Oleh Fendi Susiyanto (www.finvesol.com)
Pendahuluan
Investasi saham adalah investasi yang berisiko tinggi dimana investor atau pemodal dapat memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian dari sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikannya pada suatu saham karena naik turunnya harga saham yang dapat terjadi setiap saat sesuai dengan naik turunnya kinerja perusahaan. Karena karakteristik saham tersebut, maka tidak ada suatu investasi saham yang secara terus menerus memperoleh keuntungan.
Upaya yang dapat kita lakukan sebagai investor adalah dengan melakukan pengembangan strategi Investasi Saham yang baik, sehingga risiko kerugian investasi saham secara kumulatif dapatlah di-minimalisir dan potensi keuntungan investasi saham yang konsisten dapat dioptimalkan.
Untuk mengembangkan strategi investasi saham yang baik dan sehat!, maka langkah pertama adalah melakukan analisa fundamental untuk mengetahui nilai sebenarnya dari suatu saham, prospek bisnis dan kinerjanya dimasa mendatang sehingga kita tidak terjebak dalam pembelian saham pepesan kosong.
Pendekatan fundamental merupakan bemper pertama yang digunakan untuk menentukan saham-saham mana yang memiliki fundamental kuat, kinerja dan prospek bagus dimasa mendatang. Pendekatan fundamental dilakukan secara Top-Down, yaitu dimulai dengan analisa makroekonomi, analisa sektoral, dan analisa individual perusahaan.
Analisa Fundamental: Bagaimana Saham-Saham Terpilih Dalam Dynamic Stock Investment?
- Secara fundamental merupakan saham yang berkinerja dan berprospek bagus
- Pertumbuhan EPS Kuartalan diatas 15% dalam setahun terakhir
- Pertumbuhan tahunan EPS (CAGR) antara 15-50% per tahun dalam lima tahun terakhir
- Pertumbuhan Penjualan kuartalan diatas 15% dalam setahun terakhir
- Merupakan saham leader dan indeks mover (blue chip) bagi IHSG dalam satu tahun terakhir
- Direkomendasikan BUY/ADD/ACCUMULATE oleh para analyst (misalanya referensi dari analis di Bloomberg) secara konsensus diatas 75%
- Perusahaan yang selalu inovatif mengembangan produk baru, dan dikelola oleh Manajemen yang Profesional dan penerapan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance: GCG) yang baik
- Saham Perusahaan Sebagian besar dimiliki/diminati oleh institusional investor dan secara aktif ditransaksikan dalam satu tahun terakhir
- Saham Perusahaan dimiliki oleh Dana Pensiun, Perusahaan Asuransi, Fund Mananger, institusi-institusi keuangan lainnya.
- Pergerakan Saham Perusahaan secara teknikal mudah diprediksi (dengan technical approach)
- Alur Analisa Teknikal: Up to Down Analysis untuk menentukan waktu BELI dan JUAL yang tepat
Langkah berikutnya, setelah menentukan saham-saham terpilih secara fundamental, maka dilakukan analisa technical dan behavioral saham-saham terpilih, apakah cukup bagus dan predictable untuk diterapkan trading stratagy pada saham-saham tersebut. Analisa technical dan behavioral juga dilakukan secara Top-Down, yaitu dimulai dari analisa technical dan behavioral pasar saham secara umum (misalnya: IHSG), analisa technical dan behavioral saham sektoral (misalnya: sektor pertambangan, sektor agriculture, sektor keuangan), selanjutnya dilakukan analisa technical dan behavioral untuk saham individual di dalam sektor.
angkah terakhir, adalah menerapkan strategi investasi dynamic technical Approach untuk execution process untuk menjaga konsistensi keuntungan investasi saham baik dalam kondisi pasar sedang turun (bearish) maupun naik (bullish), dengan mempertimbangkan faktor risk management dan money management.
Apakah Dynamic Technical System?
Dynamic Technical pada Saham adalah suatu trading system yang dikembangkan dan disesuaikan dengan variabel-variabel maupun indikator-indikator teknikal dan behavioral yang tepat sesuai dengan karakteristik dan behavioral saham tertentu, Pengujian dan validasi dari profitabilitas system yang dibangun dengan memasukan faktor biaya transaksi, biaya komisi dan memasukan faktor penting yaitu risk management dan mempertimbangkan money management.
Apakah Indikator Analisa Teknikal dan Technical Trading Systems
Technical Analysis Indicators adalah indikator-indikator yang dirancang secara khusus dan berdasarkan riset behavior of finance setiap saham di BEJ yang digunakan untuk menentukan trend pasar, kemana arah pergerakan harga saham pada suatu periode tertentu, kekuatan kondisi pasar apakah akan melemah atau menguat.
Dengan indikator-indikator teknikal tersebut maka kapan saat yang tepat untuk membeli atau menjual saham yang berprospek bagus dapat ditentukan dengan baik
Technical Trading Systems adalah suatu trading sistem dibangun dengan menciptakan signal-signal melalui penyusunan prosedur-prosedur pengambilan keputusan, dengan memasukan faktor behavioral, biaya transaksi, money management dan risk management dalam sistem. Trading system dibangun sangat obyektif dan sangat mekanikal dengan formula-formula serta algoritma yang sesuai dan teruji untuk setiap saham. Tujuan dari pengembangan trading system tersebut adalah untuk meng-optimalkan keuntungan kumulatif dalam periode waktu tertentu dengan mempertimbangkan aspek risikonya.
Berikut ini adalah contoh penerapan strategi Dynamic Stock Trading pada Pasar Modal Indonesia, dengan langkah-langkah sebagaimana telah diuraikan diatas. (data saham yang digunakan belum up to date dan pada tulisan ini data-data tersebut hanya digunakan sebagai contoh ilustrasi untuk memahami strategi ini).




One Comment on "Welcome to My Trading Strategy: Pengembangan Strategi Investasi Saham Secara Dinamik"
Gmn ya,saya ingin berinvestasi di psar modal dengan modal yang kecil dulu