SEMARANG (Bisnis.com): Perkembangan bisnis ritel waralaba Alfamart semakin pesat di daerah, dipicu oleh tingginya minat pengusaha lokal terhadap usaha yang ditengarai memiliki tingkat pengembalian modal yang cepat ini.
Corporate Communication Manager Alfamart Didit Setiadi mengatakan sampai kuartal III/2009 jumlah ritel Alfamart tercatat mencapai lebih dari 3.300 unit, yang 25% di antaranya atau sekitar 825 unit dimiliki pengusaha lokal di Jateng.
Ritel Alfamart di Jateng berada di bawah kordinasi dua distribution center, yakni Kota Semarang yang membawahi sekitar 60% jumlah ritel dan Kabupaten Cilacap sekitar 40%.
Menurut dia, tingginya minat pengusaha lokal perorangan untuk membuka ritel Alfamart dengan sistem waralaba itu karena jangka waktu pengembalian modal (Return on Investment/ROI) yang cukup pendek, rata-rata hanya 3,5 tahun.
“Ritel Alfamart di Jateng yang bermunculan belakangan ini banyak dimiliki oleh pengusaha lokal karena dianggap sebagai usaha yang menguntungkan dengan tingkat pengembalian modal relatif cepat,” ujarnya.
Namun, Didit menuturkan cepat lambatnya pengembalian modal lewat usaha waralaba ini sangat tergantung dengan sejumlah faktor, seperti besar/kecilnya modal dan strategis/tidaknya lokasi pendiriannya.
Biasanya, kata dia, modal minimal usaha ritel Alfamart sebesar Rp500 juta, dengan properti yang sudah tersedia, tetapi jika belum tersedia bangunannya akan butuh modal lebih besar, terutama untuk kavling dan pembangunannya.
Lokasi ritel juga akan sangat mampengaruhi tingkat pembelian konsumen, sehingga letaknya harus strategis, seperti memiliki akses jalan mudah dan ramai, dekat fasilitas umum sekolah, kantor atau rumah sakit.
“Dengan modal minimal Rp500 juta dan lokasi yang strategis, saya optimistis pengembalian modal akan cukup cepat sekitar 3,5 tahun, dengan omzet rata-rata per hari sekitar Rp6 juta,” katanya.(er)





No Responses to “Waralaba Alfamart kian diminati pengusaha lokal”