JAKARTA (Bisnis.com): Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (Apebi) mengungkapkan praktik industri pembuatan roti di hipermarket telah menyebabkan usaha kecil dan menengah (UKM) sejenis terdepak dan kehilangan pasar di toko modern.
Ketua Umum Apebi Chris Hardijaya mengatakan puluhan ribu merek roti milik UKM saat ini tidak ada yang mampu menembus pasar hipermarket, karena adanya hambatan konlik kepentingan peritel yang telah membuat roti di gerainya. “Yang mampu menembus hipermarket saat ini hanya perusahan roti skala besar,” kata Chris hari ini.
Perusahaan roti besar pun saat ini, tambahnya, juga masih tidak mampu menembus semua pemain hipermarket di Indonesia yaitu Carrefour, Giant, dan Hypermart. Chris mengatakan Sari Roti mampu menembus Carrefour dan Hypermart, sedangkan merek Maxim hanya untuk Grup Hero, Sharon dan Swanish di Hypermart.
Keberadaan merek besar di hipermarket secara konsinyasi (titip untuk dijual atau peritel tidak membeli putus pada pemasok) tersebut, ujarnya, juga karena adanya permintaan pasar.
Sebelumnya Kementerian Perdagangan mengendus telah terjadi praktik usaha melenceng yang dilakukan peritel ,sehingga bisnis hipermarket tidak lagi hanya menjual berbagai produk tapi juga membangun industri di dalam gerai berskala besar tersebut.
“Kebaradaan di hipermarket itu sebetulnya ritel. Perhatikan sekarang, ritel ini [hipermarket] di dalamnya ternyata ada industrinya. Pernah lihat. Di sana juga dijual smoked chicken, ada bakery,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Subagyo. (mrp) sumber: bisnis.com




No Responses to “UKM produsen roti terdepak dari toko modern”