Tubagus Fiki, go international lewat Airplane

distro-airplaneTubagus fiki mungkin tak pernah menyangka bahwa ide briliantnya menciptakan “airplane” distro unik dengan memakai bus yang berlabel airbus one sebagai toko kelilingnya membawanya pada kesuksesan luar biasa sebagai entrepreneur muda. Airbus One merupakan salah satu contoh konkret keberhasilan perkembangan distro dan clothing ujung tombak industri kreatif di Bandung. 

 

Mejamurnya distro dan clothing di bandung memang harus disiasati dengan menciptakan sebuah ide yang unik dan cerdas dan Airbus One merupakan jawabannya.  Tak hanya berfungsi sebagai store yang menjual barang-barang distro berlabel airplane namun Airbus one juga bisa untuk menggelar pertunjukkan band dan diskusi ditunjang dengan sistem audio 4000 watt yang dimilikinya.

 

Tak hanya merambah pangsa pasar domestic, Airplane juga telah melemparkan produknya ke 10 negara yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Australia, New Zealand, Amerika Serikat, Helsinki, Hongaria serta Belanda dengan sistem beli putus.  Fiki memanfaatkan internet marketing untuk memperluas pangsa pasarnya di luar negeri.

 

Airbus one mulai beroperasi tahun 2006 berawal dari idenya setelah melihat merosotnya Bisnis bus Jakarta-Bandung setelah dibangunnya jalan tol Cipularang.  Airbus one sendiri berjalan atas dukungan dana sponsor yang tertarik akan ide Fiki dengan sistem penjualan jemput bola mendatangi keramaian komunitas.  Airplane sendiri muncul pada tahun 1997 saat krismon melanda Indonesia dan berdiri resmi pada 1998 sebagai distro.  Airplane bermodal awal Rp 300 ribu dan seiring dengan pemasukan yang terus bertambah memutuskan beralih menjadi clothing.  Fiki mengemukakan bahwa clothing berisiko lebih besar dibandinkan distro serta harus memiliki modal banyak untuk biaya produksi namun profit yang didapat juga besar.

 

Tahun 2001, Airplane mulai membuka toko sendiri di Jl Aceh, Bandung dengan modal awal kurang dari 10 juta.  Di toko inilah Fiki mulai memajang item seperti jaket, celana panjang, aksesori, sepatu dsb dengan kisaran harga Rp 55-325 ribu.  Tak hanya memajang produk buatan sendiri, Airplane juga memperbolehkan merk lain berupa merchandise band untuk mendukung kiprah anak-anak band lokal.

 

Seiring dengan banyaknya kasus pembajakan yang terjadi, Fiki memiliki jurus-jurus tersendiri untuk mengatasinya. Caranya dengan terus mengupdate design produknya setiap bulan, memperbanyak detail aksesori produk serta memperbanyak kegiatan off-air campaign untuk terus memperkuat image orisinalitas. (cr/dari berbagai sumber)

 

 

2 Comments on "Tubagus Fiki, go international lewat Airplane"

commenter

Salut buat Tubagus Fiki, ide brilliannya emang pantes diacungin jempol :D

Terus berkarya bro!

commenter

hahaha.. disangkanya satu bandung gak tau ceritanya gimana.. selamat tidur gak tenang seumur idup my fren!!

Leave a Reply

Name:
Email:
Website:
Comment:
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>