JAKARTA (Bisnis.com): Animo masyarakat untuk membeli produk kerajinan tangan dan furnitur cukup tinggi. Hal ini terlihat pada pameran Smesco Festival 2009 yang digelar di Jakarta Convention Center pada 14–18 Oktober.
Ketut Waty, penjual aneka sandal kain dari Bali, stannya diserbu pembeli yang didominasi kaum ibu (foto). Alas kaki model sandal jepit dengan aksen payet, bebatuan dan kain motif batik ini dijual dengan harga berkisar antara Rp35.000–Rp45.000 per pasang.
“Saya bawa ratusan pasang sandal. Sudah terjual separuhnya,” ujar Ketut yang juga menjual aksesoris gelang, kalung dan cincin dari untaian manik-manik khas Bali.
Lain lagi dengan Yunita, juga dari Bali. Stannya memajang aneka produk kerajinan dari bambu tutul yang pohonnya hanya tumbuh di Bali. Bambu tersebut dibuat menjadi nampan, kotak tissue, tempat sabun, dan bunga.
“Bentuk bambunya lucu, beda dari yang ada selama ini. Ada totolnya,” ujar seorang pembeli yang memborong beberapa produk bambu yang dijual dengan harga Rp5.000–Rp250.000 itu.
Pameran yang diikuti oleh ratusan perajin UKM dari seluruh Indonesia tersebut tampak ramai, dan banyak pengunjung terlihat menenteng tas plastik berisi belanjaan mereka.
“Barang kerajinan saya tinggal sedikit lagi. Kemarin waktu pembukaan banyak yang beli,” ujar Teguh, pemilik stan Kaboel dari Yogyakarta.
Kaboel menampilkan produk kerajinan dari bahan alam yang dibentuk jadi lampu taman, patung wajah Budha diberi aksen air mancur, dan sebagainya. Harganya berkisar antara Rp100.000–Rp2 juta.(er)





No Responses to “Smesco Festival International 2009 diserbu pembeli”