‘Penetrasi bank baru ke UKM mengkhawatirkan’

SEMARANG (Bisnis.com): PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Semarang menilai penetrasi bank-bank yang baru terjun ke pembiayaan UMKM bisa berdampak negatif bagi pembentukan karakter UMKM.

Kepala PNM Cabang Semarang Ananto Seno mengungkapkan, sebagai pihak yang tarafnya mencoba-coba, bank-bank tersebut cenderung merusak pasar. Pengertian merusak pasar menurutnya antara lain dengan memberi bunga kredit di bawah pasar bahkan harus menyertakan tanpa agunan hingga merekrut SDM dari pihak yang sudah lebih lama fokus di pembiayaan UMKM.

“Bila langkah menurunkan suku bunga dan meniadakan agunan disertai komitmen pemberdayaan UMKM mungkin malah positif. Masalahnya ini sekedar untuk menggenjot nilai kredit, sehingga praktis tidak disertai analisis kredit yang memadai apalagi pendampingan,” jelasnya kepada Bisnis hari ini.

Demikian pula dengan langkah rekrutmen SDM yang sudah jadi, menurutnya bila dilakukan bank-bank tersebut tidak secara parsial akan membuat pengucuran kredit menjadi bagian dari pemberdayaan UMKM.

“Ini kan tidak. Mungkin manajemen di tingkat pusatnya sudah punya rancangan tapi middle management hingga level di bawahnya tidak disiapkan ya percuma. Apalagi kebanyakan tidak membentuk divisi secara khusus,” ujarnya.

Menurut Ananto, motivasi bank-bank yang baru terjun ke pembiayaan UMKM ini menurutnya cenderung penjajakan pasar mengingat potensinya dinilai menggiurkan.

“Padahal itu risiko ketika mereka mempermudah syarat kredit, bahkan tanpa agunan, lalu analisa risikonya lemah dan tidak mau berkeringat alias hanya menyasar UMKM di perkotaan. Setelah mereka putuskan tidak melanjutkan skemanya, kami yang sudah fokus ini yang kena getahnya,” tandasnya. (fh)

No Responses to “‘Penetrasi bank baru ke UKM mengkhawatirkan’”

Leave a Reply

Name:
Email:
Website:
Comment:
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>