MEMPERSIAPKAN KESEMPATAN

Masih banyak orang beranggapan bahwa kesempatan itu umumnya adalah persoalan nasib. Disinilah letak persoalan yang dihadapi oleh setiap orang yaitu perubahan cara kita berpikir bahwa bila kita meyakini dimana manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang berbeda dengan yang lainnya dan diberikan-NYA dengan ilmu yang sedikit, itu satu tanda kita harus belajar secara berkelanjutan.
Dengan pikiran itu, manfaatkanlah otak untuk merebut kesempatan, walaupun kita menyadari bahwa nasib kalau memang ada memegang peran yang kecil dalam membentang kesempatan. Oleh karena itu renungkan kembali bahwa bagian dari nasib adalah keuntungan-keuntungan, sehingga anugerah keuntungan tidak memandang kepada siapapun adanya.

Jadi ingatlah selalu bahwa kesempatan adalah sesuatu yang memungkinkan seseorang untuk meletakkan sebelah kakinya di sebelah dalam dari pintu sukses, tapi bukan berarti telah memecahkan pintu. Jadi salah satu yang paling sulit terlambatnya memperoleh rencana di samping kesibukan mengejar kesempatan karena ia tidak mampu memanfaatkan otak untuk berpikir dengan alat pikir yang telah tersedia, yang disebut dengan kesadaran, kecerdasan dan akal.

Dengan alat pikir itulah seseorang mempersiapkan kesempatan, apa saja yang harus dilakukan orang, tidak lain ia harus bekerja, belajar, membaca, berpikir, melakukan pengamatan, sehingga ia mampu bersikap dan berperi-laku untuk waspada mengamati kesempatan, bijaksana dan berani mempertimbangkan kesempatan, kuat dan ulet memanfaatkan kesempatan agar berhasil sebaik-baiknya, namun akhirnya ia berserah diri kepada sang pencipta adanya.

Dialah menentukan segala-galanya.
Jadi dengan otak manusia pula, ia harus mampu menemukan tentang dirinya agar secara jujur terungkap dalam pikirannya bahwa dalam mempersiapkan kesempatan, maka ia harus berani mengungkapkan kekurangan-kekurangan pribadi agar secara sistimatis langkah pertama menuju perbaikan diri sendiri harus dilakukannya, dengan harapan agar seseorang dapat memastikan diri dalam usaha untuk memusatkan pikiran tugasnya, jika perlu membangun kembali kepribadiannya.

Kepribadian yang dibentuk dan dikembangkan disini haruslah dipandang sebagai salah satu tonggak yang menentukan dalam keberhasilan mewujud-kan impian visinya, oleh karena itu ia harus dipandang sebagai satu pola menyeluruh kedewasaan rohaniah, sosial, emosional dan intlektual dalam bersikap dan berperilaku sebagai mana dikehendakinya

No Responses to “MEMPERSIAPKAN KESEMPATAN”

Leave a Reply

Name:
Email:
Website:
Comment:
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>