Kaiman, 49 tahun, adalah contoh sosok pengusaha kecil yang mengalami keberhasilan dalam menekuni usaha budidaya jamur tiram berlokasi di Desa Bulu Kandang, Kec. Prigen, Kab. Pasuruan, Jawa Timur
Bapak dua anak itu merintis usaha tersebut sejak 2005 dengan susah payah, dan kini secara rutin telah memasok jamur tiram ke pelanggan rata-rata 100 kg/hari dengan harga jual Rp10.000/kg serta 1.000 unit baglog/media tanam dengan harga jual Rp2.250 per unit, sesudah memperoleh pembinaan dari PT HM Sampoerna Tbk mencakup bantuan peralatan, manajemen serta promosi.
Sebelum menjadi petani jamur tiram, Kaiman selama 14 tahun, sejak 1995 bekerja sebagai sopir angkutan barang rute Surabaya – Bali. Bosan menjalankan kendaraan angkutan barang antar provinsi, lelaki bertubuh kecil itu lantas menghentikan profesinya dan membeli kendaraan bermotor roda empat sistem kredit untuk dioperasikan sebagai angkutan kota di wilayah Kab. Pasuruan.
Akibat sepinya volume penumpang, maka Kaiman tidak memperoleh pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam rumahtangga. Sehingga dia pun tidak melanjutkan usaha angkutan kota.
“Peluang kerja sangat sempit bagi saya sebab saya tidak punya ijazah, mengingat tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Dalam keadaan seperti ini, pada 2005 ada tawaran untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan di bidang budidaya jamur dari HM Sampoerna, maka saya mengikutinya,” ujar Kaiman.
Desa tempat tinggal Kaiman memang berada di sekitar pabrik sigaret kretek mesin (SKM) yang dioperasikan PT HM Sampoerna Tbk di Sukorejo, Kab. Pasuruan. Dan industri rokok tersebut memiliki program pemberdayaan masyarakat desa berupa pelatihan usaha sesuai potensi desa setempat, yang dilakukan melalui lembaga Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna.
Kaiman mengaku pada 2005 mengikuti pelatihan usaha di PPK Sampoerna selama 14 hari berupa bimbingan tentang pengadaan bibit sistem kultur jaringan, proses pembuatan media tanam jamur tiram dan metode pembudidayaannya. Bahkan ada pula pelatihan membuat makanan berbahan baku jamur.
Ada 20 peserta dari Desa Bulu Kandang yang turut dalam pelatihan budidaya jamur tiram, kemudian secara berbarengan memulai usaha tersebut. Tetapi dalam perkembangannya beberapa orang tidak berlanjut dan sebagian besar lainnya merintis pertanian jamur termasuk Kaiman.
Dengan bermodalkan 1.000 unit baglog, Kaiman memulai usaha budidaya jamur tiram dengan penuh keseriusan. Tempat budidaya yakni bangunan berdinding gedeg/bambu telah dimiliki, maka wirausaha jamur dapat dilaksanakan.
Berdasarkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan, media tanam terdiri dari serbuk kayu gergajian, dedak/katul, tepung jagung dan kalsium yang dibungkus plastik dengan bobot 1,1 kg per unit baglog.
Kumbung seluas 50 m2 (lebar 5 meter x panjang 10 meter) dapat dimanfaatkan untuk pembudidayaan 5.000 unit baglog.“Jamur tiram tergolong tanaman yang cepat tumbuh dan setiap unit baglog dapat menghasilkan panenan hingga 1 kg selama 5 bulan, lalu diganti media tanam baru. Tetapi saat panen perdana saya kesulitan mencari pasar,” kenang Kaiman.
Untuk itu, dia melakukan penjualan keliling guna menawarkan jamur tiram ke restoran dan swalayan, sementara di pasar tradisional umumnya belum terbiasa digunakan menjual komoditas tersebut sebab masyarakat luas belum terbiasa mengkonsumsi jamur tiram.
Dengan didasari ketekunan untuk meraih keberhasilan, Kaiman tidak lelah memasarkan jamur tiram ke calon pembeli potensial yakni para pengepul maupun restoran pengguna jamur untuk bahan masakan.
“Selain mencari terobosan pasar sendiri, saya juga dibantu PPK Sampoerna untuk mempromosikan jamur yang dipajang di etalase PPK Sampoerna sekaligus diikutkan pameran bersama pengusaha kecil lainnya yang dibina Sampoerna,” papar Kaiman.
Berkat ketekunan dalam memperluas pasar, Kaiman berhasil mendapatkan order dari para pengepul maupun restoran di berbagai kota (tidak terbatas di wilayah Kab. Pasuruan). Seiring semakin besarnya daya serap pasar, Kaiman pun dapat meningkatkan volume usahanya.
Kini dia memiliki beberapa kumbung yang digunakan membudidayakan puluhan ribu unit baglog. Selain itu, juga memenuhi permintaan baglog dari petani Dengan demikian, Kaiman mampu memunculkan petani-petani jamur di beberapa daerah.
Sesuai tuntutan pasar, Kaiman harus menyiapkan jamur dan baglog dalam jumlah yang cukup. Untuk menggerakkan kegiatan usahanya, dia kini didukung 12 tenaga kerja yang diupah secara harian.
“Saya kini rata-rata memasok baglog sebanyak 1.000 unit per hari dengan harga jual Rp2.250 per unit antara lain memenuhi permintaan dari Dinas Pertanian dan Perum Perhutani di beberapa kabupaten/kota, selain pesanan langsung dari petani/pembudidaya. Ini membuktikan konsumsi jamur semakin meningkat,” papar Kaiman.
Meningkatnya konsumsi jamur otomatis berdampak positif terhadap peningkatan omset Kaiman. Soalnya, harga jual jamur tiram sebesar Rp10.000/kg, sedangkan Kaiman mampu memasarkan 100 kg/per hari memenuhi pengepul dan restoran.
Untuk memperlancar kegiatan usaha budidaya jamur tiram dibutuhkan ketersediaan bahan baku utama yakni serbuk gergajian kayu. Masalahnya, serbuk kayu gergajian di Kab. Pasuruan kini mulai langka, sehingga harus dicari hingga kabupaten-kabupaten tetangga yakni di Kab. Malang dan Kab. Lumajang.
Harga beli serbuk kayu Rp8.000 per sak ukuran 40 kg, yang dapat diolah menjadi 25 unit baglog, sehingga berdasarkan kalkulasi cukup menguntungkan kendati ditambah jenis bahan lain untuk media tanam.
Sejalan dengan berkembangnya usaha budidaya jamur tiram dan produksi baglog, Kaiman kini benar-benar mampu menikmati hasilnya. Dia optimis usaha yang digelutinya sejak empat tahun terakhir akan mampu meningkat lagi di masa-masa mendatang.
Community Development Executive PT HM Sampoerna, Widowati, menjelaskan Kaiman merupakan bagian dari puluhan pengusaha kecil binaan perusahaan tersebut yang masih perlu pendampingan hingga benar-benar mampu mandiri.
“Kami sejak tahun lalu juga mengoperasikan UKM (Usaha Kecil Menengah) Center di Central Business District Taman Dayu, Kab. Pasuruan, yang memiliki fasilitas untuk men-display produk yang dihasilkan mitra binaan. UKM Center juga dijadikan ajang per-temuan sesama pengusaha kecil untuk saling tukar informasi dan berlatih tentang pemasaran,” papar Widowati.(www.bisnis.com/life inspirasi negeri)





27 Comments on "Kaiman dan jamur tiram (dari supir menjadi wirausahawan produktif)"
sungguh kisah sukses yang menggugah jiwa wira usaha saya. Saya baru memulai bisnis ini di lampung, semoga kisah sukses pak kaiman menular ke saya, dan rekan2 semua. amin…….
ojok lali tonggone cak man…..
kisahnya ok bngt..saya sngt tertarik dng usaha jmr..pngn tau ilmu selengkapnya mulai dari bhn2 dan cara buat bibit ampe panen gimana caranya ya..?
Aslm… pak ado no hp???saya pengen buka marketing d sumatera bpk bs hub saya di 085273162788 atas nama samsul ngarifin, saya tinggal di Kab Musi Rawas.Propinsi sumatera selatan. semoga bs bekarja sama.waslm
Ass. saya dari medan ingin memulai usaha jamur tiram.kumbung yang saya pakai adalah bekas garasi mobil uk 8×7m.kira2 apa yang harus saya siapkan selain dari bibitnya pak.TRIMS
saya tertarik usaha jamur tiram,cuman saya pingin tau pemasaran nya gimana.ada yang mau trima dalam jumlah besar gak.masalahnya di kota saya banyak yang budidaya jamur tiram,saya pengin tahu yang mau trima dalam jumlah besar…..trims
anda kenal dengan bpk.toffik dari banyumas tidak?
bagi sahabat yg hendak membudidayakan jamur tiram, kami menyediakan polybag jamur ukuran 20 x 35 siap panen, miselium 90% Rp.1500!
kami juga menyediakan alat budidaya, cincin, plastik dll. bagi yg masih kebingungan bisa hubungi atau datang langsung ketempat saya,
konsultasi gratiss.
lokasi tempel sleman jogja
cp: 085292986203
Bagi anda yang mau memulai usaha pembudidayaan jamur tiram,saya menyediakan benih jamur tiram besertalog yang siap tanam hub 087832142928.saya berdomisili di tegal
Duuhh….senengnya.;;Kisah sukses yg mengesankan
Adalagi gak ya pelatihan semacam itu untuk masyarakat luar Pasuruan???
Kebetulan saya jg baru memulai usaha jamur tiram putih..
LAUNUNA AGRO JAMUR
BIBIT JAMUR TIRAM| SUPLIER BAGLOG JAMUR TIRAM | PELATIHAN DAN KEMITRAAN| INVESTASI
Jl. A. Yani No. 31 (blk BNI 46)
Sungai Penuh 37113
Jambi – Indonesia
Hp: 085366042800
http://laununakerinci.wordpress.com/
jejakmakna@gmail.com
Ass. Sy dari kab:kuningan jabar.
Sy mau tau gimana cara mmbuat sarana tmpat penyimpanan log, dan bagai mana cara mncari konsumen.
Kami menyediakan berbagai macam kebutuhan usaha jamur anda dengan harga yang kompetitif, produk kami dapat dilihat dibawah ini untuk lebih jelasnya.
a. Bibit jamur tiram putih:
harga F3: Rp 4.000/botol untuk 30 log
b. Bibit jamur tiram coklat
harga F3: Rp4 .000/botol untuk 30 log
c. Bibit jamur Ling Zhi:
harga F3: Rp 8.000/botol untuk 30 log
d. Bibit jamur kuping:
harga F3: Rp 4.000/botol untuk 30 log)
e. Bag log jamur tiram putih dan coklat
harga 1 log: Rp 1.500/log
f. Bag log jamur kuping dan LingZhi
harga 1 log: Rp 2.000/log
g. Alat pres bag log
harga: Rp 1.700.000
h. Kripik jamur tiram
harga: 70.000/ kg
i. Jamur segar @ tiram Rp 7.000/kg
Bagi anda yaang membutuhkan dapat hubungi kami di:
Alamat: sleman yogya
CP: 085292986203
KONSULTASI KAMI LAYANI GRATISSS
Pak tolong jelaskan ttg smua2 budi daya jamur tiram putih.. Smacm panduan gtu.. Bgi saya yg sangt trtarik ini..
saya sudah lama tertarik berbudidaya jamur,dimana ya saya bisa ikut pelatihannya?
pak saya petani jamur tirm didaerah magelang..saya mau tanya untuk pemasaran.seandainya saya punya jamur banyak dimanakah saya mau jual?dan brapa harga perkilo?trima kasih
ass.wr.wb….saya karyawan swasta yg sdh 11 thn bekerja di bidang export mebel,tapi blm ada perubahan yg berarti dlm hidup, saya kepingin sekali bisa usaha sendiri spt p.kaiman yang melalui pelatihan dulu sebelum terjun usaha sendiri, biar lbh mantap jalani pekerjaan nya nanti, tolong kalau ada info yg menyelenggarakamn pelatihan untuk usaha budi daya jamur tiram, saya di confirmasi dong…. hp saya 081325061261, Best regard : erna wijayanti
Pak, apakah saya bisa menstok grajen sengon ke bapak, dan juga bagi semua petani jamur bila membutuhkan grajen sengon bisa hubungi saya di 0341 9794150 atau 0341 2858868
dmn ya tmpat beli mesin pres polibag jamur otomatis?????kalo ada hub aku di 081805726238 yach…
pak tolong di jelaskan kendala apa saja tingkat kesulitan nya bertani jamur ….pasalnya saya termasuk petani jamur tiram tingkat pemula… dimana perasaan was – was akan kerugian dan kegagalan masih membebani …… salam sukses…
dari supir ke jamur tiram,kalo pelaut ke jamur tiram bisa ga ya pak????aku jadi pengen sekali menjadi wirausaha jamur tiram,membaca kisah seru bapak di internet,boleh minta alamat dan nomer hp bapak,????
Pak tolong jelaskan ttg smua2 budi daya jamur tiram putih.. Smacm panduan gtu.. Bgi saya yg sangt trtarik ini..
pak tolong di jelaskan kendala apa saja tingkat kesulitan nya bertani jamur ….pasalnya saya termasuk petani jamur tiram tingkat pemula…
terimakasih….
saya berminat untuk mencoba usaha makanan dengan bahan dasar jamur tiram tetapi saya tidak tahu dimana mendapatkan jamur tersebut di kota saya, yaitu di Medan, jika rekan rekan ada yang tau atau mungkin merupakan suplier jamur tiram segar di kota medan, bolehlah memberikan informasi harga dan minimun order kepada saya lewat email saya. TQ
mau dunk saya ikutan jamur tiram….
saya mahasiswa djogja, siapa tau bisa saya bawa kekampung halaman karena didaerah saya sepertinya belum ada…. hubungi saya y jika ada pelatihan 085729888886
saya mahasiswa biologi di padang,sumbar…
tertarik untk penelitian tentang perlakuan media pertumbuhan jamur tiram putih
yg ingin saya tanyakan adalah…adakan pengaruh perendaman media serbuk gergaji sebagai media terhadap pertumbuahn jamur ini nantinya….
jd ini diansumsikan untuk mempersingkat pedekomposisian media bahan dasar serbuk gergaji tersebut yg butuh waktu berbulan-bulan…
saya mau nanyak di mana di medan bisa mendapatkan bibit jamur tiram ya ? tolong yang tau info sama saya
salam hormat.pak kaiman,boleh saya tanya..berapa modal yg dibutuhkan untuk memulai usaha ini?dan apakah resikonya sangat besar apabila mengalami kegagalan?