Ir. Ciputra, sosok Bapak Property Indonesia ini begitu lekat dengan mitos kerja keras. Semenjak Pak Ci kecil, begitu ia biasa disapa, sudah sangat terbiasa menghadapi berbagai badai dalam kehidupannya. Namun semua itu justru membentuknya menjadi seorang yang tahan banting dan kreatif.
Lahir dengan nama Tjie Tjin Hoan di Parigi, Sulawesi Tengah, ia anak bungsu dari tiga bersaudara. Masa kanak-kanaknya dapat dikatakan jauh dari “bahagia”. Dari usia enam sampai delapan tahun, Ci diasuh oleh tante-tantenya yang ”bengis”. Ia selalu kebagian pekerjaan yang berat atau menjijikkan. Ci kecil harus merasakan kerja keras dan hidup prihatin. Tetapi pengalamannya itu membuat jiwa dan kepribadiannya digembleng.
Pada usia 12 tahun, Ciputra menjadi yatim. Oleh tentara pendudukan Jepang, ayahnya, Tjie Siem Poe, dituduh anti-Jepang, ditangkap, dan meninggal dalam penjara. Sejak itu, Cik harus menjadi tulang punggung keluarga, karena penjualan kue yang dibuat ibunya tidak seberapa. Setiap hari, Ia harus bangun pagi-pagi mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah — dengan berjalan kaki sejauh 7 km. Kasih sayang ibunyalah yang menjadi penyemangat Ci kecil untuk terus bekerja.
Selepas SMP di Gorontalo, ia kemudian melanjutkan SMA di Manado. Tamat SMA Pak Ci hijrah ke Bandung untuk kuliah di Fakultas Teknik Arsitektur ITB. Di Bandung pun Pak Ci masih terus bekerja untuk membiayai studi dan keluarganya di kampung. Bersama dengan dua temannya, mereka mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan — berkantor di sebuah garasi. Saat itu, ia sudah menikahi Dian Sumeler, yang dikenalnya ketika masih sekolah SMA di Manado. Dalam masa prihatin, Ia memboyong istrinya ke Jakarta, dan harus pindah dari satu losmen ke losmen lainnya.
Dengan kreatifitas dan kedisiplinannya dalam bekerja, sedikit demi sedikit Pak Ci mulai mengumpulkan modal untuk membangun bisnisnya. Banyak pihak mulai mempercayai tangan dinginnya dalam menyulap sebuah lahan menjadi property. Salah satu proyeknya yang paling dikenal hingga saat ini adalah Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Ancol yang semula hanyalah rawa-rawa, disulap menjadi arena bermain yang bergengsi. Bukan itu saja, Pak Ci juga memperluas Ancol dengan menimbun laut guna memperpanjang garis pantai dari 3,5 km menjadi 10,5 km untuk menampung fasilitas hiburan yang dimiliki Ancol. Pak Cik juga terlibat dalam pembangunan lebih dari 20 pengembangan skala kota, 10 pusat belanja, 10 hotel berbintang, 5 padang golf dan pusat rekreasi terbesar di Indonesia (Ancol).





One Comment on "INSPIRING PEOPLE, Ir.Ciputra (1)"
Saya tertarik dan salut dg prestasi Bp Ciputra, dan sebagai pelaku bisnis property di medan saya kepingin mendapatkan manfaat lebih lanjut dari university of enterpreneurship nya Pak Cip. tk