JAKARTA (Bisnis.com): Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang ditargetkan mencapai Rp100 triliun agar tepat sasaran, sehingga akan tercipta minimal 12 juta pengusaha baru.
Hipmi menyambut positif ambisi pemerintah untuk menyalurkan KUR hingga Rp100 triliun dalam 5 tahun ke depan. Hanya saja, bank pelaksana KUR harus menyalurkannya tepat sasaran. “Hipmi meminta supaya KUR ini tepat sasaran,” kata Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa di Jakarta, hari ini.
Tepat sasaran artinya harus benar-benar diberikan kepada pelaku usaha mikro yang usahanya bagus tetapi dianggap tidak bankable. Yang mesti dihindari, lanjutnya, adalah konversi debitur yang sudah lama mendapat kredit mikro menjadi penerima KUR.
Erwin mengingatkan konsep dasar pemberian KUR tidak saja hanya terkait dengan upaya membuka akses kredit bagi pengusaha kecil. Lebih dari itu, KUR juga harus dapat menciptakan atau memunculkan pengusaha-pengusaha baru.
“Bila pengusaha baru ini mampu membayar kewajibannya dengan pinjaman kurang dari Rp10 juta, nantinya mereka bisa bermutasi ke kredit komersil. Dana itu kemudian bergulir lagi ke pengusaha baru lagi. Begitu seterusnya,” ujarnya.
Dengan penyaluran KUR lebih dari Rp14 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur usaha mikro maka logikanya harus tercipta minimal 2 juta pengusaha baru dalam hampir 2 tahun terakhir.
Dengan demikian, bila ambisi KUR Rp100 triliun tercapai dalam 5 tahun akan tercipta minimal 14 juta pengusaha baru sejak KUR diluncurkan pada 2007. “KUR baru bisa dibilang optimal kalau ada penambahan jutaan pengusaha baru,” katanya.
Menko Kesra Agung Laksono mengatakan pemerintah menargetkan penyaluran KUR hingga Rp100 triliun dalam waktu 5 tahun. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR hingga Rp20 triliun dengan menganggarkan dana Rp2 triliun per tahun.
Hipmi juga berharap agar pemerintah memperluas dan menambah saluran distribusi KUR, dengan melibatkan bank perkreditan rakyat dan koperasi. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan agar KUR dapat diakses oleh mahasiswa dan sarjana yang ingin berwiraswasta.
Sebelumnya, Hipmi mengusulkan agar ijazah dapat dipertimbangkan untuk menjadi jaminan untuk mendapatkan kredit. Manfaatnya, agar lebih banyak lagi para sarjana terjun menjadi pencipta lapangan kerja ketimbang mencari kerja.(yn)





No Responses to “Hipmi: KUR Rp100 triliun harus tepat sasaran”