Entrepreneurship Menjadi sebuah revolusi bangsa (2), Dr.Ir. Ciputra

Kedua, banyak anak-anak Indonesia di bangku sekolah asing dengan entrepreneurship padahal kecakapan ini sangat penting di abad 21.

Nicholas Negroponte seorang profesor dari MIT, penggagas One Child One Laptop dalam buku Being Digital mengatakan: Pada tahun 2020 kebanyakan atasan di negara maju adalah “diri sendiri” dengan kata lain kebanyakan peluang kerja adalah menjadi entrepreneur.

Saya prihatin dengan kondisi anak-anak Indonesia yang tidak bersentuhan dengan entrepreneurship sejak dini termasuk mereka yang dilahirkan di keluarga entrepreneur dan profesional bisnis. Dunia bisnis modern telah berhasil memisahkan antara tempat bekerja dan tempat tinggal.

Sehingga apa yang terjadi di tempat kerja orang tua anak-anak atau lingkungan bisnis tidak menjadi pengalaman masa kecil dari anak-anak mereka. Ini berbeda dengan masa kecil saya tempat kerja kami sama dengan tempat tinggal, artinya setiap hari sejak kanak-kanak saya terbiasa dengan lingkungan bisnis.

Saya dilahirkan ditengah barang dagangan, dibesarkan diantara barang dagangan, bertumbuh di tengah budaya dan lingkungan perdagangan yang kental. Anak-anak entrepreneur sekarang banyak yang tidak melihat lagi bagaimana ayah dan ibu berpeluh mencari pelanggan dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk kemajuan usaha.

Saya mengatakan bahwa: ”Our children miss the luxury of the suffering of their parents.” Saya ingin simpulkan menghadirkan entrepreneurship di sekolah kembali merupakan hal yang sangat penting.

Ketiga, anak-anak kita akan mengisi sebagian besar hidupnya di abad 21 yang sangat berbeda dengan abad sebelumnya. Abad 21 memperkenalkan kita dengan sebuah platform bisnis yang baru berdasarkan kemajuan teknologi yang sangat pesat misalnya teknologi informasi.

Kita sudah menyaksikan bagaimana teknologi-teknologi yang terbaru menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda kita. Namun saya saya ingin mengingatkan untuk dua hal ini.

Pertama, jangan hanya jadi konsumen teknologi baru namun jadilah pencipta teknologi baru. Jangan hanya jadi pelanggan Google, FaceBook atau BlackBerry namun ciptakan yang baru untuk dunia dari anak-anak ibu Pertiwi. Kedua, untuk menjadikan teknologi mampu menembus pasar dan diterima pasar kembali entrepreneurship memegang peran penting. Pasar tidak mencari teknologi baru tapi pasar mencari solusi baru yang lebih baik. Jembatan antara teknologi dan pasar itu bernama entrepreneurship sehingga kemudian kita kenal kata technopreneurship.(bersambung)

No Responses to “Entrepreneurship Menjadi sebuah revolusi bangsa (2), Dr.Ir. Ciputra”

Leave a Reply

Name:
Email:
Website:
Comment:
XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>