JAKARTA (Bisnis.com): Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (Ekonid) mulai menjalankan program produksi batik bersih yang ramah lingkungan dengan dana sebesar €2,3 juta dengan memberikan pelatihan kepada lebih dari 500 usaha kecil menengah batik di enam provinsi.
Koordinator Program Ekonid Martin Krummeck mengatakan dana sebesar €2,3 juta tersebut berasal dari bantuan Ekonid yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut selama empat tahun hingga 2013 di enam provinsi di Indonesia.
“Dana sebesar €2,3 juta itu akan digunakan untuk memfasilitasi pelaku usaha menengah kecil sektor batik agar ramah lingkungan. Kami akan menjalankan program ini selama empat tahun dan kalau bisa akan diperpanjang,” ujarnya seusai Peresmian Program Prakarsa Batik Bersih, hari ini.
Program tersebut, kata dia, diperuntukkan bagi sejumlah UKM batik untuk menerapkan konsep produksi bersih dalam usaha tersebut yang didukung oleh Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN) di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup.
Martin menjelaskan tujuan dari program tersebut untuk menghijaukan penawaran dan permintaan batik sekaligus memastikan bahwa dampak lingkungan telah diperhitungkan secara menyeluruh, sehingga siklus produksi dan konsumsi ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan.
Program tersebut terdiri dari produksi berkelanjutan, konsumsi berkelanjutan dan dialog kebijakan. Adapun, produksi berkelanjutan dilaksanakan dengan menggunakan konsep produksi batik yang telah bersih oleh PPBN.
“Prakarsa batik bersih tidak hanya terbatas pada penerapan produksi yang lebih bersih, lebih aman dan lebih efisien.”
Namun, inti dari program itu, kata dia, untuk menciptakan produksi yang lebih bersih dan menjadi konsumsi pasar yang potensial.
Ekonid, lanjutnya, juga akan memfasilitasi dialog kebijakan di tingkat pemerintah untuk mengembangkan UKM batik yang mempertimbangkan dampak lingkungan dalam proses produksi. (mrp)
sumber: Bisnis.com




No Responses to “Ekonid dorong UKM ciptakan batik ramah lingkungan”