<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis Indonesia &#187; KISAH SUKSES</title>
	<atom:link href="http://yea.co.id/category/young-entrepreneur-award-young-entrepreneur-award/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yea.co.id</link>
	<description>Info Bisnis, Wirausaha dan Peluang Usaha</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2010 07:33:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Wanita-Wanita Inspirasi Bisnis Dunia</title>
		<link>http://yea.co.id/wanita-wanita-inspirasi-bisnis-dunia.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/wanita-wanita-inspirasi-bisnis-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 08:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1172</guid>
		<description><![CDATA[Wanita dalam  berbisnis tak bisa lagi dipandang sebelah mata bahkan kini wanita dalam berbisnis meroket ditengah pasar yang menggeliat mala mini.  Menurut pusat penelitian wanita bisnis, para pebisnis wanita menghasilkan sekitar 2,3 triliun dollar ke ekonomi Amerika dan mempekerjakan lebih dari 18 juta orang.  Kisah sukses para pebisnis wanita banyak menghiasi kolom-kolom [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wanita dalam  berbisnis tak bisa lagi dipandang sebelah mata bahkan kini wanita dalam berbisnis meroket ditengah pasar yang menggeliat mala mini.  Menurut pusat penelitian wanita bisnis, para pebisnis wanita menghasilkan sekitar 2,3 triliun dollar ke ekonomi Amerika dan mempekerjakan lebih dari 18 juta orang.  Kisah sukses para pebisnis wanita banyak menghiasi kolom-kolom majalah ataupun harian terkemuka, tak diragukan lagi wanita sebagai pemimpin di dunia bisnis sangat menginspirasi dunia entrepreneur.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa kisah sukses wanita pebisnis dunia dalam mengembangkan bisnisnya.</p>
<p>Katherine Graham, Wanita Besi, Sang CEO Washington Post</p>
<p>Katherine Graham berhasil mengembangkan kepemimpinannya berdasarkan kepercayaan banyak orang terhadapnya.  Kematian suaminya akibat bunuh diri tak menyebabkan Katherine menjadi depresi namun berkat kegigihan dan tekadnya yang kuat, Katherine mampu mengisi posisi suaminya sebagai penerbit salah satu Koran terbesar di dunia tersebut.  </p>
<p>Katherine mengaku awalnya tak memiliki ide apapun mengenai apa yang disebut kepemimpinan, namun seperti yang terekam di biografinya, Katherine mengatakan bahwa” apa yang saya lakukan adalah dengan selalu melangkah satu langkah didepan, menutup mata saya dan melintasi rintangan”.  Keberaniannya tersebut membawanya menjadi CEO wanita pertama di Fortune 500 company.  Kesuksesan Katherine juga tercatat pada kata-katanya adalah dengan mencintai apa yang kamu lakukan dan mendalaminya, apalagi yang lebih menyenangkan dari itu semua?”</p>
<p>Ruth Handler, Pendiri Mattel dan Kreator Barbie</p>
<p>Entrepreneur wanita asal California, Ruth Handler mentransformasikan keinginan gadis kecil yang bermain dengan boneka biasa menjadi boneka-boneka cantik bak model ataupun bintang film.  Keyakinan bahwa boneka tersebut akan diterima pasar membuatnya meluncurkan icon yang dikenal sebagai Barbie.  Dari sebuah toko di garasi di tahun 1945, Mattel tumbuh menjadi salah satu perusahaan di Fortune 500.  kemampuan Ruth Handler untuk tetap memegang teguh visinya menunjukkan bahwa hal ini perlu dimiliki oleh seluruh pengusaha.</p>
<p>Mary Kay Ash, penemu Mary Kay Cosmetics</p>
<p>Bisa jadi salah satu kesan paling penting yang meningkatkan kesempatan wanita dalam bisnis berasal dari sikap positifnya. Begitupula dengan Mary Kay Ash, penemun Mary Kay Cosmetics yang terkenal dengan visi dan misinya yang selalu positif.  Mary Kay Ash memasuki dunia marketing dan selling dengan brand”  Stanley Home Products”.  </p>
<p>Ssepanjang karirnya Mary Kay memenangkan berbagai penghargaan dan masa pensiunnya digunakan untuk membangun bisnis impiannya.  Dengan bisnisnya yaitu Mary Kay cosmetics, Mary Kay mampu mengubah taraf hidup jutaan orang.  Kesuksesan tidak dating begitu saja pada Mary Kay, suaminya wafat satu bulan sebelum launching perusahaannya namun filosofinya untuk maju dan berjuang tetaplah ada.</p>
<p>Oprah Winfrey, Chairman Harpo Inc</p>
<p>Nama Oprah Winfrey sangatlah dikenal di kalangan manapun, dengan sikapnya yang sangat membumi, wanita afro amerika pertama yang menjadi milyader ini mampu diterima di berbagai kalangan masyarakat.  Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Oprah juga sangat aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan social.  Oprah memulai karirnya di televisi pada usia 17 tahun dan karirnya menanjak ketika ia mengambil alih “AM Chicago” show yang saat itu sudah memudar popularitasnya.  Kesuksesan dan bisnis yang diraihnya juga berasal dari keinginannya yang kuat untuk menolong orang lain.  </p>
<p>Oprah menekankan misi perusahaannya  untuk Oprah winfrey show menggunakan televise untuk mentransformasikan kehidupan banyak orang dan untuk memberikan kebahagiaan serta rasa dibutuhkan ke setiap orang.</p>
<p>Wanita-wanita ini mewakili sedikit dari banyak wanita-wanita hebat yang sangat berpengaruh dalam bisnis.  Benang merah yang dapat ditarik diantara kisah sukses tersebut adalah bahwa sukses tidak datang begitu saja.  Sukses selalu beriringan dengan kerja keras dan tantangan.  Jangan pernah putus asa dalam perjuangan untuk merintis usaha, hal itu merupakan syarat untuk banyak hal-hal hebat.<br />
.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/wanita-wanita-inspirasi-bisnis-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjual Keunikan Lewat Strawberry</title>
		<link>http://yea.co.id/menjual-keunikan-lewat-strawberry.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/menjual-keunikan-lewat-strawberry.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 09:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1125</guid>
		<description><![CDATA[Strawberry Café didirikan oleh Putera Priyadi sekitar 5 tahun lalu.  Kafe yang awalnya dinamai warung Strawberry itu didirikan di bekas rumah makan khas jawa milik orang tua Putera.
Berangkat dari modal yang diberikan ayahnya, pria yang memiliki motto orang tidak akan pernah bangkit kalau tidak pernah jatuh ini memberanikan diri membuka warung dengan menu seadanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Strawberry Café didirikan oleh Putera Priyadi sekitar 5 tahun lalu.  Kafe yang awalnya dinamai warung Strawberry itu didirikan di bekas rumah makan khas jawa milik orang tua Putera.</p>
<p>Berangkat dari modal yang diberikan ayahnya, pria yang memiliki motto orang tidak akan pernah bangkit kalau tidak pernah jatuh ini memberanikan diri membuka warung dengan menu seadanya karena modalnya memang pas-pasan</p>
<p>“Jus aja hanya tiga macem, menu lainnya nasi goring dan sego bebel layaknya makanan warung khas jawa” ujarnya.  Namun warungnya tampak berbeda karena dilengkapi dengan sarana permainan seperti congklak dan ular tangga.</p>
<p>Ular tangga cinta itu salah satu buatannya dan paling disukai pelanggan.  Walaupun  bukan hal baru karena ditambah dengan sentuhan cinta dalam game itu sehingga semakin menarik.</p>
<p>Bangunan warung itu memang hanya dari kayu dan papan, dengan meja seadanya dan televise 14 inchi.  “Dari awal saya telah menanamkan untuk membuat sesuatu yang berbeda dan unik sehingga akan diingat pelanggan”</p>
<p>Meski demikian usahanya tak berjalan mulus.  Promosi dilakukan habis-habisan dengan menyebarkan brosur ke berbagai tempat tetapi hasilnya tetap minus.  Tahun pertama usahanya merugi.</p>
<p>Tetapi kondisi ini justru dinilainya sebagai pelajaran yang berarti.  Putera pantang menyerah dan mengganti strategi promosi dari mulut ke mulut.  Hasilnya lebih mujarab.  Menu andalannya adalah nasi strawberry dan serabi strawberry yang sempat dipesan istana kepresidenan.  Putera juga tak segan menamai 26 ragam serabi dan 140 jenis jus dengan nama yang unik.</p>
<p>Setelah menu andalan disukai pelanggan, warung strawberry pindah ke ruko yang lebih bagus di tanjung duren, sekaligus berubah nama menjadi Strawberry  Cafe. Games yang ditawarkan semakin banyak termasuk games impor.</p>
<p>”kita punya target market anak muda, tetapi juga tidak menutup bagi pelanggan keluarga.  Menunya bermacam-macam seperti sego ayam, sego bebek..”</p>
<p>Dia menuturkan tidak semua ide yang ditawarkan sepenuhnya gagal.  Dengan tetap percaya diri dan tidak takut dikomplain pelanggan, justru karena keunikan itu akan menjadi pembicaraan orang dan memicu penasaran untuk mencobanya.</p>
<p>”keunikan lainnya seluruh harga dibanderol dengan bilangan 999.  misalkan seharga Rp 20,000, maka dibanderol Rp 19,999.  Adapun pakaian dan aksesoris para pelayannya juga lucu-lucu. </p>
<p>Strawberry Cafe mempersilakan pelanggan yang ingin berlama-lama menikmati permainan dan suasana santai di cafe  agar mereka mendapatkan kesan untuk diceritakan ke orang lain.</p>
<p>Pada tahun keempat, Putera membuka Strawberry Cafe yang jauh lebih bagus di Gandaria, Jakarta Selatan.  Kafe dengan 420 games dan trainer ini untuk membidik anak-anak muda dan perusahaan yang hendak mengadakan team building.</p>
<p>Saat ini strawberry cafe memiliki seribuan anggota dengan kunjungan per hari rata-rata 500 orang-900 orang .  bermodalkan kesuksesan tersebut, Putera juga siap ekspansi dengan pola franchise ke Bandung dan Surabaya. (Life, Bisnis Indonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/menjual-keunikan-lewat-strawberry.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Ciri Entrepreneur Menurut Ciputra</title>
		<link>http://yea.co.id/3-ciri-entrepreneur-menurut-ciputra.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/3-ciri-entrepreneur-menurut-ciputra.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 05:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1092</guid>
		<description><![CDATA[Pertama, seorang entrepreneur memiliki “mata” masa depan yang tajam. Mereka mampu melihat sebuah peluang bisnis yang tidak dilihat atau kurang diperhitungkan oleh orang lain. Ia melihat sebuah “visi” atau impian masa depan yang mencengangkan dan menggairahkan dirinya.
Kedua, seorang entrepreneur adalah seorang “innovator”, ia dapat menciptakan dan menemukan caranya sendiri untuk meraih visi besar itu. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama, seorang entrepreneur memiliki “mata” masa depan yang tajam. Mereka mampu melihat sebuah peluang bisnis yang tidak dilihat atau kurang diperhitungkan oleh orang lain. Ia melihat sebuah “visi” atau impian masa depan yang mencengangkan dan menggairahkan dirinya.</p>
<p>Kedua, seorang entrepreneur adalah seorang “innovator”, ia dapat menciptakan dan menemukan caranya sendiri untuk meraih visi besar itu. Saya simpulkan bahwa : “Seorang entrepreneur adalah seorang yang inovatif dan mampu mewujudkan cita-cita kreatifnya. Oleh karena itu, seorang entrepreneur akan mengubah padang ilalang menjadi kota baru, pembuangan sampah menjadi resort yang indah, kawasan kumuh menjadi pencakar langit tempat ribuan orang bekerja. Entrepreneur mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas.”</p>
<p>Yang ketiga, seorang entrepreneur bersedia “memikul” resiko” baik itu resiko financial (resiko rugi) maupun resiko mental (dianggap gagal). Seorang entrepreneur sejati adalah seorang pelopor, seorang penjelajah sejati atau juga seorang pendaki gunung yang tidak pernah mendaki sebuah gunung untuk kedua kalinya. Mereka bermimipi, bersemangat, bergerak maju menyambut tantangan dan tidak gentar memikul resiko yang telah ia perhitungkan. Ringkasnya entrepreneur sejati berani rugi, berani malu dan juga berani terkenal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/3-ciri-entrepreneur-menurut-ciputra.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ROBBY DJOHAN,EKONOM HANDAL DAN MENTOR YANG BAIK</title>
		<link>http://yea.co.id/robby-johanekonom-handal-dan-mentor-yang-baik.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/robby-johanekonom-handal-dan-mentor-yang-baik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 02:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mona Melinda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=937</guid>
		<description><![CDATA[Robby Djohan, dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, merupakan salah satu ahli ekonomi yang dimiliki bangsa Indonesia. Seorang mantan bankir, mantan chief executive officer (CEO) pada beragam perusahaan raksasa, berhasil mengukir berbagai prestasi. Ia merintis karier di Citibank, kemudian membesarkan Bank Niaga (dari bank yang tadinya tidak punya nama, menjadi bank nomor dua di Indonesia). menyelamatkan perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: justify"><a href="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/10/Robby-Djohan1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-954" title="Robby Djohan1" src="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/10/Robby-Djohan1.jpg" alt="Robby Djohan1" width="330" height="469" /></a>Robby Djohan, dosen Pascasarjana Universitas Indonesia, merupakan salah satu ahli ekonomi yang dimiliki bangsa Indonesia. Seorang mantan bankir, mantan chief executive officer (CEO) pada beragam perusahaan raksasa, berhasil mengukir berbagai prestasi. Ia merintis karier di Citibank, kemudian membesarkan Bank Niaga (dari bank yang tadinya tidak punya nama, menjadi bank nomor dua di Indonesia). menyelamatkan perusahaan penerbangan Garuda Indonesia, dan mengantarkan mahamerger beberapa bank BUMN menjadi Bank Mandiri. Tidak heran dengan segudang prestasinya, Robby menerima banyak penghargaan seperti The Best CEO 2000 dan CEO Terbaik di Masa Krisis, yang diadakan Majalah Swa dan Asian Market Intelegence (AMI).</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Pria yang mengaku memiliki karakter cenderung bebas dengan tendensi urakan, slebor atau cuek ini dilahirkan tanggal 1 Agustus 1938 di Semarang. Robby senang mencari uang sejak kecil. Ketika SD sudah berjualan kue basah. Pada masa SMA malah sempat menjadi tukang catut. Dan selepas mahasiswa langsung bekerja di salah satu bank asing terkemuka, Citibank.<br />
Di usia 67 tahun, Robby Djohan tetap menjadi figur menarik untuk diajak berbincang tentang dunia korporasi dan manajemen di Indonesia. Dengan pengalamannya yang sangat banyak dan memimpin di bank-bank dan perusahaan terkemuka, Robby sering memberikan tips dan pengarahan pada ekonom muda. Ia juga seorang mentor dan pengkader yang baik. Anak didiknya masih tetap berkibar di kancah bisnis nasional. Seperti Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri, Gunarni Soeworo, Komisaris Utama Bank Mandiri, Emirsyah Satar, yang dipercaya menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia dan Arwin Rasyid.<br />
Pengalaman sangat spektakulernya adalah ketika selama enam bulan ia dipercaya memimpin Garuda. Saat itu ia langsung dihadapkan pada situasi yang disebutnya sebagai, &#8220;negative networth gila-gilaan, sebab utang (liabilities) jauh lebih besar dibanding harta (asset), sehingga saldonya negatif. Bottom line sudah merah, begitu juga saldo ditahan (retained earning) juga telah negatif. “Pada posisi demikian, praktis tinggal dua hal yang akan bisa dilakukan yakni menambah modal atau melikuidasi,” katanya.<br />
Kalau hanya berpikir seperti ketika sedang mengelola perusahaan biasa, ia pasti akan melakukan likuidasi. Tetapi, akhirnya ia memilih peluang restrukturisasi mengingat Garuda adalah pembawa bendera Indonesia sehingga terdapat ikatan emosional pada masyarakat luas serta kebanggaan yang sulit dihapuskan.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Restrukturisasi berarti membuang yang jelek dengan melakukan perubahan mendasar berupa perubahan manajemen, kepemimpinan, operasional dan pendekatan pasar. Tujuannya satu, agar nilai pasar Garuda bisa meningkat. Tapi sebelum hal itu dilakukan, muncul persoalan baru. Robby harus menghadapi demontrasi karyawan yang menyambutnya sewaktu ia baru masuk Garuda. Dengan tenang, Robby menghadapi para karyawan tersebut dan menjelaskan secara rinci dan terbuka atas semua kebijakan yang sedang,telah dan akan diambil, berkaitan dengan kondisi perusahaan.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sesudah berhasil mengatasi tantangan dari dalam, ia segera melakukan program restrukturisasi. Hal pertama yang dicanangkan adalah membangun image Garuda sebagai penerbangan yang paling tepat waktu dan aman. Ia menargetkan OTP (On Time Performance) di atas 90 %. Untuk mengurangi kerugian yagn sangat besar, Robby segera meng-cut beberapa rute penerbangan ke Eropa yang banyak memakan biaya dan meminta bantuan dari pihak Swiss teknik melakukan perbaikan ke beberapa pesawat yang rusak. Dan yang tak kalah pentingnya dalam re-strukturisasi adalah mengganti level management tingkat atas dengan orang-orang muda yang lebih fresh dan highly motivated.<br />
Sesudah dua bulan memimpin Garuda (termasuk memindahkan kantor ke Bandara Soekarno-Hatta agar bisa langsung memantau situasi lapangan), ia pun berhasil memutar haluan Garuda dari nyaris bangkrut menjadi maskapai penerbangan yang tetap terbang, sekaligus bisa menguntungkan. Setelah kepemimpinannya berjalan 8 bulan, Garuda meningkat image nya menjadi penerbangan tepat waktu, menjadi break even bahkan meraih laba 60-an juta dolar di tahun berikutnya, dan karyawannya lebih bersemangat. Sayangnya Robby keburu dipindah untuk menangani Bank Mandiri yang baru dibentuk.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Satu hal yang menjadi pesan Robby, lakukan semua hal di bisnismu dengan sungguh-sungguh. dan bangun kepercayaan para staff dan managemen.</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.alexa.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Alexa rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/robby-johanekonom-handal-dan-mentor-yang-baik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahmat Gobel</title>
		<link>http://yea.co.id/rahmat-gobel.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/rahmat-gobel.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 07:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mona Melinda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[RAHMAT GOBEL
Sebagai pemegang kendali perusahaan eletronik nasional terbesar namanya tak asing lagi di telinga. Kepiawaiannya mengembangkan industri elektronik, didukung tenaga-tenaga ahli pilihannya dari dalam maupun luar negeri mampu menghasilkan produk-produk elektronik kebanggaan Indonesia.
Dr. (HC). Rahmat Gobel adalah  penerus  generasi kedua National Gobel.   Lahir di Jakarta 3 September 1962, menamatkan kuliah nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/rahmatgobel.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-915" title="rahmatgobel" src="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/rahmatgobel.jpg" alt="rahmatgobel" width="250" height="250" /></a>RAHMAT GOBEL</p>
<p>Sebagai pemegang kendali perusahaan eletronik nasional terbesar namanya tak asing lagi di telinga. Kepiawaiannya mengembangkan industri elektronik, didukung tenaga-tenaga ahli pilihannya dari dalam maupun luar negeri mampu menghasilkan produk-produk elektronik kebanggaan Indonesia.</p>
<p>Dr. (HC). Rahmat Gobel adalah  penerus  generasi kedua National Gobel.   Lahir di Jakarta 3 September 1962, menamatkan kuliah nya di Universitas Chuo Tokyo Jepang kemudian Rahmat  menjalani praktek kerja di Matsushita Group, pemilik merek Panasonic yang menjadi mitra kerja PT National Gobel, yang dimiliki  alm. H. Thayeb Mohammad Gobel, ayahnya. Tahun 1989 Rahmat Gobel kembali ke Indonesia dan menduduki posisi Asisten Presiden Direktur PT National Gobel. Perusahaan ini merupakan joint venture pertama antara pihak Jepang dengan Indonesia di bidang manufaktur elektronika.</p>
<p>Anak ke lima dari tujuh bersaudara mendiang H Thayeb Mohammad Gobel ini terus berupaya ‘mempertahankan’ perusahaan warisan ayahnya ini. Ia bukan saja mengelola bisnisnya agar tetap bertahan di tengah masa krisis, namun juga berusaha membangun perusahaan sekaligus membangun tempat kerja bagi banyak orang. “Karena perusahaan ini tempat banyak orang bergantung,” katanya. Untuk itu, ia terus berupaya agar produknya diterima masyarakat dan aktif menjaga kepercayaan para investor agar mereka tetap mengembangkan usahanya di Indonesia dan  tidak hengkang ke luar negeri.</p>
<p>Sudah lebih dari 36 tahun  Panasonic bekerjasama dengan National Gobel dalam penjualan produk-produk perusahaan Jepang tersebut di Indonesia. Komposisi kepemilikan saham yang senantiasa berubah menyebabkan namanya juga terus mengalami penyesuaian. Pada  tahun 1980 nama National Gobel berubah menjadi Gobel Dharma Nusantara dan di tahun 1991 berubah menjadi National Panasonic Gobel. Panasonic merupakan brand yaang dimiliki Matsushita Elecktric di Jepang, sedangkan National adalah merek yang dimiliki oleh perusahaan milik keluarga Gobel.  Dan pada perjalanannya, sejak 1 April 2004 perusahaan ini kembali berganti nama menjadi PT. Panasonic Gobel Indonesia.</p>
<p>Sebagai Presiden Komisaris PT. Panasonic Gobel Indonesia (PGI), Rahmat mengaku memulainya dari bawah. “Tidak serta merta begitu saja saya mendapatkan tempat dijajaran Direksi National Panasonic Gobel, tetapi melalui proses yang panjang,” katanya. Saat kembali ke Indonesia tahun 1988 Rahmat ditempatkan sebagai tenaga pelatih di pabrik baterai. Statusnya pun sebagai karyawan baru. Satu tahun kemudian, ia baru masuk jajaran manajemen menengah yang terlibat membuat perencanaan manajemen. Beruntung ia sudah belajar globalisasi, dan memahami pabrik. Ia juga sudah bisa mewarisi nilai-nilai bisnis yang ditanamkan ayahnya sejak Rahmat kecil.</p>
<p>Untuk dapat bersaing  di tengah iklim persaingan yang kian ketat,  Rahmat menyebutkan pelaku industri harus memikirkan bagaimana produknya bisa dibedakan oleh konsumen terhadap barang yang dihasilkan pesaing. Perbedaan in tentunya tidak hanya dalam harga, tapi juga “sesuatu” yang bisa memberi nilai tambah lebih besar kepada konsumen. Pembeli bersedia membayar lebih terhadap “sesuatu” yang berbeda itu. Jika perbedaan hanya didasarkan pada harga, produk akan cepat tersingkir begitu masuk barang yang lebih murah.</p>
<p>Membangun industri adalah membangun sebuah sistem dan pola pikir yang selalu terarah pada upaya meningkatkan nilai tambah produk. Dalam sudut pandang inilah, daya saing industri nasional hendaknya dikembangkan. Dikatakannya juga pendekatan technovation perlu mendapat perhatian. Technovition adalah upaya  secara berkelanjutan dalam melakukan inovasi teknologi  untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan metode kerja ke tingkat yang lebih tinggi, agar produk yang dihasilkan memberi nilai tambah yang tinggi bagi konsumen dan  produk yang dihasilkan selalu berdaya saing.</p>
<p>Technovation mengandung tiga aspek yaitu kemampuan technology innovation, entrepreneurship dan technology management. Kemampuan technology innovation dan entrepreneurship saja misalnya, tidaklah cukup tanpa dukungan technology management, seringkali produk yang dihasilkan gagal dalam tahap komersialisasi di pasar karena management yang kurang baik.</p>
<p>Dalam berkarya, Rahmat Gobel selalu memadukan dua filosofi sebagai dasar orientasi. Filosofi ‘pohon pisang’ diperoleh dari ayahandanya. Sedangkan filosofi ‘air mengalir’ dari Bapak Matsushita rekan bisnis group gobel. Pohon pisang mudah tumbuh di mana saja dan setiap bagiannya dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Air pun demikian, tersedia dalam jumlah yang relatif banyak dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, sesuai kebutuhan. Realisasi dari keduanya adalah penciptaan produk berkualitas tinggi yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Dengan produk berkualitas tinggi,  Panasonic Gobel  mampu ‘menelorkan’ berbagai produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Hasil produksinya masuk dalam pasar lokal maupun global pada lebih dari 60 negara. Bukan itu saja sejak tahun 2002 (dari tahun berdiri 1972-red) PGBI telah mencapai kebebasan finansial dan menjadi perusahaan dengan pinjaman nol. Suatu prestasi yang patut dibanggakan dan disyukuri tentunya.</p>
<p>Untuk menghasilkan produk yang baik, dibutuhkan karyawan yang profesional dan cakap. Rahmat menerapkan lima budaya kerja di lingkungan Panasonic Gobel yang terdiri dari 5 S, yaitu  Seiri (Pemilahan), Seiton (Penataan), Seiso (Pembersihan), Seiketsu (Pemantapan) dan Shitsuke (Pembiasaan). Kelima dasar inilah yang hingga kini menjadi kebudayaan bahkan kebiasaan para karyawannya. “Dengan memilah mana yang masih dipakai dan mana yang sudah tidak dipakai, menata rapi pada tempatnya, menjaga kebersihan, membiasakan efisiensi, akan menjadi budaya yang akhirnya menjadi perilaku yang baik. Itulah dasar kerja kami,” lanjutnya.</p>
<p>Meskipun bergerak di bidang elektronik,Rahmat sangat perduli lingkungan.  Karena itu usahanya selalu didukung dengan teknologi pengolahan limbah yang efektif. Selain terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan, juga menerapkan standard global sebagai orientasi keperdulian lingkungan. Tak heran jika perusahaan yang dibawah kendalinya itu beberapa kali telah mengantongi penghargaan. Seperti sertifikat untuk menagemen mutu ISO 9002 tahun 1994, sertifikat untuk sistem managemen lingkungan ISO 14001 tahun 1997, dan berbagai sertifikat lain sebagai bukti keunggulan produksinya.</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.alexa.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Alexa rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/rahmat-gobel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Irwan Hidayat, Dibalik Suksesnya Sido Muncul</title>
		<link>http://yea.co.id/irwan-hidayat-dibalik-suksesnya-sido-muncul.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/irwan-hidayat-dibalik-suksesnya-sido-muncul.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 07:11:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mona Melinda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[IRWAN HIDAYAT, PEMILIK SIDO MUNCUL
MEMBANGUN KEPERCAYAAN KONSUMEN UNTUK MAU MENGKONSUMSI JAMU
BAGI penikmat jamu atau pehobi nonton layar kaca, nama Sido Muncul tentu tidak asing lagi di telinga. Hampir semua kedai jamu dan toko kelontong menjual produk-produk Sido Muncul seperti Kuku Bima dan Tolak Angin. Belum lagi iklannya yang kerap menghampiri baik di televisi, radio maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: justify">IRWAN HIDAYAT, PEMILIK SIDO MUNCUL<br />
MEMBANGUN KEPERCAYAAN KONSUMEN UNTUK MAU MENGKONSUMSI JAMU</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">BAGI penikmat jamu atau pehobi nonton layar kaca, nama Sido Muncul tentu tidak asing lagi di telinga. Hampir semua kedai jamu dan toko kelontong menjual produk-produk Sido Muncul seperti Kuku Bima dan Tolak Angin. Belum lagi iklannya yang kerap menghampiri baik di televisi, radio maupun media luar ruang.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sido muncul besar, tidak terbangun sendirinya. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat Sido Muncul eksis sebagai perusahaan jamu yang setara dengan industri farmasi lainnya. Bagaimana tidak, produk-produk Sido Muncul telah terbukti secara klinis karena dibuat di laboratorium di bawah pengawasan para ahli obat-obatan. Bahkan pada tahun 2000, pemerintah telah memberi lisensi Cara Pembuatan obat yang Baik ( CPOB) kepada perusahaan yang dirintis sejak November 1951 oleh Ny Rakhmat Sulistyo, nenek dari Bos Sido Muncul &#8211; Irwan Hidayat,</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Awalnya, Sido Muncul tidaklah terlalu istimewa, sama saja seperti industri jamu lain yang ribuan jumlahnya dengan beragam merek. Irwan Hidayat (kelahiran Yogyakarta tahun 1947), bersama empat orang adiknya sebagai generasi ketiga pemilik Sido Muncul, menerima warisan perusahaan pada tahun 1972 sesungguhnya sedang dalam keadaan kurang menguntungkan. Perusahaan menanggung utang dan hampir tak memiliki aset yang berarti. Utang bahan baku, kalau dihitung-hitung, itu setara dengan 30 bulan omzet perusahaan. Aset pabrik hanya 600 meter persegi, itupun tanpa memiliki sebuah mesin pun.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sebagai bisnis keluarga yang dikelola turun-temurun, Irwan Hidayat mencoba tetap bertahan menghadapi pasang surut bisnis jamu. Dia percaya akan ada titik terang yang akan mencerahkan harapan dan kepercayaannya kepada industri jamu, yang merupakan warisan nenek-moyang, yang sudah mendarah-daging di hati segenap warga masyarakat, Irwan berharap masyarakat masih akan memberikan kepercayaan kepada jamu. Tetapi Hingga tahun 1993 perusahaan jamu yang ia pimpin masih berjalan sangat lambat, karena banyaknya persaingan dari perusahaan jamu lainnya, baik yang home industri maupun perusahaan yang lebih mapan yang jumlahnya mencapai ratusan dengan ribuan produk jamu. Irwan bingung, bagaiamana agar usaha jamunya berkembang. Sampai kemudian ia bertemu dengan orang gila, yang menyebutkan terus terang, bahwa jamu yang dibuat Irwan Hidayat pahit, tidak enakk, sama seperti jamu lainnya. Irwan kemudian berpikir keras bagaimana membuat jamu yang disukai dan berbeda dengan produk jamu lainnya.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Keadaan itu memacunya mencari terobosan-terobosan baru untuk mengangkat ”gengsi” Sido Muncul agar berbeda dengan jamu lainnya. Jika pabrik farmasi punya dokter, obat-obatan dari Cina punya sinshe sebagai pengobat, namun tidak demikian dengan jamu. Tidak ada pengobat yang dapat menjadi pamer bagi industri jamu untuk &#8220;memasarkan&#8221; produknya. Ketiadaan pengobat ini yang harus diatasi oleh industri jamu, yaitu dengan membangun kepercayaan publik bahwa jamu juga punya kredibilitas dalam hal kebersihan, uji toksisitas (tingkat peracunan-Red), dan syarat-syarat lain yang harus dipenuhi oleh obat.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Untuk itu, terobosan harus dilakukan. Tahun 1997, saat banyak industri terseok-seok menghadapi badai krisis yang melanda Indonesia, PT Sido Muncul justru mencanangkan pembangunan pabrik dengan sertifikasi industri farmasi, dan laboratorium yang terstandarisasi sebagai laboratorium farmasi.Di areal seluas 32 hektar dibangun laboratorium seluas 3.000 meter persegi dengan biasa 2,5 miliar rupiah, dan pabrik seluas tujuh hektar, termasuk pabrik mi. kini di areal itu juga dikembangkan sarana agrowisata seluas 1,5 hektar.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">&#8220;Modalnya nekat. Ketidaktahuan justru menyelamatkan saya. Saat itu saya tidak punya utang dolar AS. Tetapi, karena tidak tahu, dari 15 miliar rupiah yang dianggarkan, biaya pembangunan pabrik membengkak sampai 30 miliar rupiah,&#8221; kata Irwan.Tetapi kenekatan itu kini membuahkan hasil. Tahun 2000 Departemen Kesehatan memberikan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Sido Muncul, padahal selama ini industri jamu hanya mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Dengan CPOB “gengsi” jamu terangkat menjadi setara dengan obat. Atau, paling tidak jamu menjadi obat alternatif yang terbukti dapat diuji secara klinis keabsahan dan keilmiahannya sebagai obat.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Dengan CPOB terbuka pula pasar yang seluas-luasnya bagi setiap jamu produksi Sido Muncul. PT Sido Muncul kini memiliki 150 item produk jamu baik yang bermerek (branded) maupun yang generik. Sedikit diantara produk bermerek unggulan Sido Muncul, antara lain Kuku Bima, Tolak Angin, Kunyit Asem, Jamu Komplit, Jamu Instan, STMJ, Anak Sehat, dan lain-lain. Sido muncul pun siap melangkah ke pasar global.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sido muncul mulai mengembangkan pemasarannya ke luar negeri. Hongkong, masuk ke pasar China, meski tidak mudah, karena pemerintah China sangat melindungi industri obat-obatan tradisionalnya. Irwan harus bisa membuktikan bahwa produknya lebih baik dari yang dimiliki China. Keberhasilan menembus pasar negara asing akan menjadi gaung yang berbalik untuk meningkatkan kepercayaan pasar dalam negeri.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Untuk memperluas pasar di dalam negeri, dilakukan diversifikasi produk dengan mengembangkan produk &#8220;brand&#8221;, yaitu minuman dalam bentuk serbuk. Potensi di pasar minuman kesehatan ini masih terbuka luas, dan pemainnya masih terbatas, tidak sehiruk-pikuk jamu</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Selain itu, dilakukan langkah-langkah untuk membangun pasar secara vertikal. Jika selama ini jamu sering kali diidentikkan dengan kalangan masyarakat di lapisan menengah bawah, kini dibangun citra bahwa jamu juga milik kelompok masyarakat menengah atas.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Pencitraan itu dilakukan dengan mengubah konsep iklan, yaitu menampilkan tokoh-tokoh yang menjadi &#8220;wakil&#8221; kelas menengah atas, yaitu pengusaha Setiawan Djodi, pakar pemasaran Rhenal Kasali, dan kelompok musik &#8220;Dewa&#8221;. Usaha meningkatkan citra ini mendapat penghargaan Anugerah Cakram tahun 2002 untuk pengiklan terbaik.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Berbagai penghargaan pun diraih, antara lain Kehati Award tahun 2001, Bung Hatta Award tahun 2002 sebagai Perusahaan Teladan, Produk terbaik dari ASEAN Food Conference ke-8, Penghargaan Merek Dagang Indonesia tahun 2003 .</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Tidak hanya itu, tekadnya memperluas pasar dalam negeri membuat Irwan dengan kemeja promosinya tidak segan-segan untuk terjun langsung ke pasar menjumpai distributor, agen, bahkan pedagang jamu gendong atau pemilik kios jamu untuk memasarkan produknya. Dalam satu bulan terakhir ini, tidak kurang 7.000 orang telah ditemuinya untuk memasarkan produknya, dan hasilnya tidak sia-sia. Dalam tiga bulan sejak produk minuman kesehatannya diluncurkan telah terjual 16 juta bungkus, atau sekitar seperenam dari pasar minuman kesehatan yang dikuasai oleh minuman sejenis yang lebih dahulu masuk ke pasar dan memimpin pasar.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">KINI ada 60 distributor tersebar di setiap kabupaten di Pulau Jawa yang menjadi mitranya. Ditunjang oleh sekitar 150.000 pedagang jamu gendong dan 300.000 depot jamu. &#8220;Kita itu butuh membangun networking. Itu tidak bisa dilakukan kalau kita hanya duduk di dalam kantor, turun ke bawah itu akan lebih menyentuh dan membuat ikatan lebih kuat&#8221;, katanya. Semua itu diperolehnya dari pelajaran yang diberikan oleh biro iklannya bahwa menjalankan bisnis harus dengan hati nurani. Ia juga dapat pelajaran dari tukang bajaj, Bahwa setiap manusia mempunyai tanggungjawab sosial, beribalah dengan hati, bukan sekedar kewajiban.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Irwan berkesimpulan perusahaannya sebagai pioner industri jamu modern harus memiliki visi memberi manfaat lebih banyak kepada masyarakat, dan tidak mengejar keuntungan semata. Berdasarkan rasa tanggungjawab sosial itulah, Sido Muncul mengambil inisiatif memberikan anugerah tahunan Sido Muncul Award kepada setiap individu yang rela memberikan sebagian hidupnya untuk membantu sesama yang kurang beruntung, atau kepada individu yang peduli dan peka terhadap masalah sosial. Irwan dan tim sering datang langsung ke daerah-daerah yang terkena bencana alam, atau melakukan bakti sosial ke panti asuhan, penjara dan tempat-tempat lainnya. Secara rutin juga, setiap tahun Irwan membuat program mudik bareng untuk seluruh pedagang dan agen jamunya. Tahun ini, kali ke 20 Sido Muncul menyelenggarakan program ini dengan mengangkut 16.000 orang</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.alexa.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Alexa rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/irwan-hidayat-dibalik-suksesnya-sido-muncul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sour Sally, Hobby Yang Menciptakan Bisnis</title>
		<link>http://yea.co.id/sour-sally-hobby-yang-menciptakan-bisnis.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/sour-sally-hobby-yang-menciptakan-bisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 04:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=904</guid>
		<description><![CDATA[Prestasi besar telah terlihat dalam kurun waktu setahun, dengan inovasi-inovasi yang kreatif dan selalu berusaha memuaskan kebutuhan pelanggannya, maka Sour Sally telah hadir sebagai bagian dari gaya hidup yang dinamis. Keberhasilan tersebut memang tidak terlepas dari orang-orang yang ada di balik itu semua, khususnya sang Direktur Perusahaan sekaligus pemilik Sour Sally Frozen Yoghurt, Donny Pramono.
Kegemarannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Prestasi besar telah terlihat dalam kurun waktu setahun, dengan inovasi-inovasi yang kreatif dan selalu berusaha memuaskan kebutuhan pelanggannya, maka Sour Sally telah hadir sebagai bagian dari gaya hidup yang dinamis. Keberhasilan tersebut memang tidak terlepas dari orang-orang yang ada di balik itu semua, khususnya sang Direktur Perusahaan sekaligus pemilik Sour Sally Frozen Yoghurt, Donny Pramono.</p>
<p>Kegemarannya akan <em>frozen yoghurt</em> saat di Amerika, dimana Donny bersekolah sampai dengan kuliah S2, dan dengan dorongan Sang Bunda, maka akhirnya Donny melakukan riset dan percobaan bagaimana mengolah <em>frozen yoghurt</em> sehingga menghasilkan rasa yang sempurna namun sehat, karena tidak mengandung lemak.</p>
<p>Disinilah insting bisnis dari Donny terlihat. Ternyata <em>frozen yoghurt</em> tersebut selain nikmat ternyata juga menyehatkan, karena tidak mengandung lemak, apalagi ditambah <em>topping fresh fruit </em>yang dapat memberikan kesegaran. Disamping itu <em>frozen yoghurt </em>telah menjadi gaya hidup, karena diminati banyak orang, apalagi banyak variasi yang bisa diciptakan untuk menghasilkan produk yang baik. Timbullah ketertarikan dalam diri Donny untuk diciptakan suatu brand <em>frozen yoghurt</em> dan dapat dibawa ke Indonesia.</p>
<p>Apa yang diperkirakan Donny ternyata benar. Pada 15 Mei 2008, lahirlah Sour Sally boutique di Senayan City. Makanan ringan dan selingan ini ternyata semakin banyak yang menyenangi, akibatnya semakin banyak permintaan untuk membuka outlet Sour Sally lainnya.</p>
<p><strong>Mencari Karakter Sour Sally</strong></p>
<p>Produk tidak hanya sekedar bagus tapi juga harus tepat sasaran.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan segmen yang dituju, yaitu sebagian besar wanita, maka Donny berusaha mencari brand yang tepat. Kemudian dicarilah sesuatu yang disenangi wanita, yang akhirnya tercipta ikon Sally, wanita yang lucu.</p>
<p>Selanjutnya karakter Sally tersebut digabung dengan materi produk yaitu yoghurt sesuatu yang asam, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah Sour.</p>
<p>Akhirnya terciptalah Brand Sour Sally, yang artinya campuran asam dan manis yang dikenal dengan yoghurt. Ternyata brand ini banyak menarik perhatian wanita, karena wanita menyenangi icon wanita lucu tersebut dan juga produk makanan yang agak asam namun manis, lezat dan menyehatkan.</p>
<p><strong>Rahasia Khusus Keberhasilan</strong></p>
<p>Ketika ditanya apa rahasia khusus sehingga Sour Sally ramai dikunjungi pelanggan, maka dengan lugas Donny menyatakan bahwa keberhasilan berasal dari Yang Di Atas.</p>
<p>Dengan pengalaman pendidikan di bidang marketing, maka Donny berusaha menerapkan bahwa Good Product dengan Good Marketing pasti bisa berhasil.</p>
<p>Baginya produk bagus harus bisa diterima masyarakat, dan harus membina hubungan yang baik dengan pelanggan, supplier dan media.</p>
<p><strong>Berpikir Kreatif dan Percaya </strong></p>
<p>Bagi Donny, pria yang lahir 26 tahun lalu menyatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan ada tiga hal penting yang perlu dilakukan.</p>
<p>Yang pertama adalah selalu berpikir kreatif, artinya tidak pernah menyerah.</p>
<p>“Hambatan pasti selalu ada, namun hambatan tersebut bukanlah jalan buntu, tapi jutsru berpikir mencari solusi supaya hambatan tersebut dapat diatasi”, demikian ungkap Donny.</p>
<p>Yang kedua adalah percaya, artinya kalau kita punya cita-cita, maka kita harus percaya dapat meraihnya. Dengan demikian ada dorongan dan kekuatan untuk dapat mencapai apa yang dicita-citakan.</p>
<p>Sikap tersebut, Donny gambarkan ada pada dirinya yang dihubungkan dengan kegemarannya bermain futsal. “Dalam bermain futsal, saya lebih senang menjadi Striker, karena Striker agresif menyerang, maju terus, tidak putus asa”</p>
<p>Kedua hal tersebut perlu didukung dengan memiliki hubungan baik dengan orang lain. ”Good Marketing ditunjang dengan  hubungan yang baik dengan pelanggan dan media”, demikian dinyatakn Donny. Jadi ada hubungan yang saling mendukung satu sama lain</p>
<p>Dengan bermodal hal-hal tersebutlah yang memacu Donny untuk tidak berhenti berkarya, sekalipun saat ini kelihatannya sudah berhasil, namun bukan saatnya untuk berhenti. Kedepannya, Donny berencana untuk membuka outlet baru di Surabaya, Bali dan beberapa tempat lainnya, bahkan ada permintaan dibuka outlet di luar negeri.</p>
<p>”Tentu akan sangat membanggakan, jika brand lokal bisa berkembang sampai ke luar negeri, karena hal ini akan menciptakan kesan yang baik bahwa ternyata Indonesia bisa menciptakan produk gaya hidup yang bisa bersaing di mancanegara”, tambahnya mengakhiri pertemuan yang menyenangkan tersebut<strong>.(sumber :www. vibizlife.com)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/sour-sally-hobby-yang-menciptakan-bisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspiring People, Bob Sadino</title>
		<link>http://yea.co.id/inspiring-people-bob-sadino.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/inspiring-people-bob-sadino.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mona Melinda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya.
Om Bob, biasa di sapa, memiliki pemikiran yang sama seperti gaya pakaiannya. Cuek, nyentrik, tidak mau banyak berteori, dan terbuka terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/bobsadino1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-838" title="bobsadino1" src="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/bobsadino1.jpg" alt="bobsadino1" width="232" height="310" /></a>Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya.</p>
<p>Om Bob, biasa di sapa, memiliki pemikiran yang sama seperti gaya pakaiannya. Cuek, nyentrik, tidak mau banyak berteori, dan terbuka terhadap siapapun.</p>
<p>Bagi om Bob, kesuksesan di dapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Jangan terlalu banyak berteori dan berencana. Habis waktu. Lebih baik “langsung terjun” dan total menjalaninya.</p>
<p>Laki-laki pemilik Kem Chicks ini merupakan salah satu sosok entrepreneur yang sukses. Tiga puluh tahun lebih ia harus jatuh bangun membangun bisnis supermarketnya. “ Saya bukan berasal dari keluarga entrepreneur. Jadi, semuanya saya lakukan sendiri. Mulai dari beternak ayam sendiri, berdagang telor dari rumah ke rumah bersama istrinya, sampai belajar bercocok tanam tanaman hidroponik.</p>
<p>Kehidupan Om Bob bisa dikatakan naik turun. Sebelum kembali ke Jakarta pada 1958, Bob Sadino adalah orang yang mapan. Bekerja di perusahaan asing di Amsterdam, Belanda dan Hamburg Jerman, mereka hidup berkecukupan. Tetapi, jiwanya yang ingin bebas berkreasi dan rindu pada kampung halaman, yang mendorongnya pulang ke tanah air.<br />
Sekembalinya di tanah air, Bob bertekad tidak ingin lagi jadi karyawan yang diperintah atasan. Karena itu ia harus kerja apa saja untuk menghidupi diri sendiri dan istrinya. berbekal dua mobil  sedan  Mercedes buatan tahun 1960 an,  om Bob memulai hidupnya di Jakarta. Satu mobil dijual dan dibelikan sebidang tanah di daerah kemang. Satu lagi dijadikan taksi dan disupiri sendiri untuk mencari nafkah.  Tapi naas, Mobil yang dibawanya tabrakan dan hancur. ”Hati saya ikut hancur, karena tidak ada lagi uang untuk hidup.</p>
<p><a href="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/bobsadino2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-840" title="bobsadino2" src="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/bobsadino2.jpg" alt="bobsadino2" width="234" height="354" /></a>Secepatnya, Om Bob mencari kerja. Kali ini menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp 100.  Di tengah kehancuran hatinya, seorang temannya menyarankan om Bob untuk memelihara ayam.Om  Bob tertarik. Ia pun menulis surat ke teman-temannya di Belanda untuk dikirimi ayam petelur. ”Karena waktu itu orang belum terbiasa mengkonsumsi telur. Ini peluang bisnis yang baik. Sayalah orang pertama yang mengenalkan telur kepada Bangsa ini.</p>
<p>Dalam waktu singkat om Bob mulai beternak ayam boiler dan menjual produknya ke tetangganya . Tetapi para tetangganya tidak suka dengan telur yang besar-besar, karena mereka biasa makan telur ayam kampung.  Telur om Bob tidak laku. Tapi hal itu tidak mematahkan semangatnya. Untungnya, di daerah Kemang banyak  bule-bule yang tinggal. Om Bob berpikir, lebih baik menjual telur –telur itu ke orang-orang asing yang sudah biasa makan telur besar-besar. Perkiraannya tidak meleset,  ”Bule-bule itu senang, bahkan mereka minta disediakan merica, garam dan daging-daging olahan seperti sosis.</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.alexa.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Alexa rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/inspiring-people-bob-sadino.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspiring People, Ir.Ciputra (2)</title>
		<link>http://yea.co.id/inspiring-people-ir-ciputra-2.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/inspiring-people-ir-ciputra-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 02:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mona Melinda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Namun perjalanan bisnis seorang Pak Ci tidak mulus begitu saja.  Pada saat krisis ekonomi menghantam Indonesia di 1997, tiga group yang ia pimpin, Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group  terpukul hebat. Ia mengalami kerugian yang sangat besar, akibat hutang yang dimilikinya dalam bentuk dollar.  Namun, dengan prinsip hidup yang kuat, Ciputra berhasil melewati masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: justify"><a href="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/ciputraway.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-822" title="ciputraway" src="http://yea.co.id/wp-content/uploads/2009/09/ciputraway.jpg" alt="ciputraway" width="230" height="369" /></a>Namun perjalanan bisnis seorang Pak Ci tidak mulus begitu saja.  Pada saat krisis ekonomi menghantam Indonesia di 1997, tiga group yang ia pimpin, Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group  terpukul hebat. Ia mengalami kerugian yang sangat besar, akibat hutang yang dimilikinya dalam bentuk dollar.  Namun, dengan prinsip hidup yang kuat, Ciputra berhasil melewati masa itu. Ia berkeyakinan,dengan bekerja keras dan berbuat benar, Tuhan akan membuka jalan. Dan keyakinannya itu berbuah manis. Ciputra mendapat kesempatan merestrukturisasi hutang-hutangnya, sehingga dalam tempo cepat, bisnisnya kembali bangkit dan bergerak lebih cepat, bahkan merambah ke manca negara.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sebut saja, CHIC (Ciputra Hanoi International City) di Vietnam yang luasnya mencapai 368 hektar. Proyek ini terdiri dari apartemen kelas menengah atas yang lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang layaknya sebuah kota, seperti sekolah internasional, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah sakit dan lain sebagainya. Proyek yang terbagi dalam 3 tahap ini direncanakan akan selesai pada tahun 2013.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Selain itu, di India, tepatnya di West Bengal, Pak Ci melalui Beyond Limit International Ltd, yang merupakan gabungan Ciputra Group dan Salim Group, tengah membangun Kolkata West International City di lahan 400 hektar dengan nilai investasi mencapai $330 juta dollar Amerika. Itu belum termasuk proyek-proyek lain yang juga ditangani Ciputra Group di Singapura, Hawaii, Vietnam hingga Timur Tengah.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sukses  sebagai pebisnis, tidak melupakannya untuk membantu dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu Pak Cik membuat sekolah-sekolah unggulan yang mementingkan proses belajar kreatif untuk menciptakan manusia unggul, terutama dalam membentuk pribadi-pribadi yang memiliki jiwa  Entrepreneuship/kewirausahaan.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sukses yang diraih Pak Cik tidak datang begitu saja. Dengan disiplin tinggi, semangat mental yang kuat, memiliki inovasi dan mimpi kreatif,mau bekerja keras dan bersikap jujur penuh tanggung jawab – Ir. Ciputra telah berhasil menjadi salah satu dari 40 pengusaha  sukses yang diakui dunia Internasional.</p>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.bing.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Bing index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.alexa.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Alexa rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;"></div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;"></td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/inspiring-people-ir-ciputra-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Martha Tilaar</title>
		<link>http://yea.co.id/martha-tilaar.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/martha-tilaar.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 09:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mona Melinda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH SUKSES]]></category>
		<category><![CDATA[inspiring people]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[MARTHA TILAAR
Memajukan kebudayaan Asli Indonesia lewat jamu dan kosmetika
Siapa yang tidak mengenal Martha Tilaar. Seorang pengusaha sukses pemilik Martha Tilaar Group (MTG), sebuah grup usaha industri jamu dan kosmetika dengan produk merek dagang Sariayu Martha Tilaar dengan produk kosmetika berkelas seperti Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden dan lain-lain yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="TEXT-ALIGN: justify">MARTHA TILAAR</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Memajukan kebudayaan Asli Indonesia lewat jamu dan kosmetika</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Siapa yang tidak mengenal Martha Tilaar. Seorang pengusaha sukses pemilik Martha Tilaar Group (MTG), sebuah grup usaha industri jamu dan kosmetika dengan produk merek dagang Sariayu Martha Tilaar dengan produk kosmetika berkelas seperti Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Ia juga pemilik Puri Ayu Martha Tilaar,sebuah gerai jamu dan kosmetik yang diperuntukkan untuk kelas menengah ke atas. Grup usaha ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Istri pendidik Prof. Dr. H.A.R Tilaar, ibu dari empat orang anak nenek dari beberapa orang cucu, adalah sosok wanita yang tidak pantang menyerah. Ketika orang lain mengatakan tidak mungkin, Ia tetap mencobanya. ??Yang penting adalah bukan melihat besarnya hambatan di depan kita, tapi bagaimana kita memecahkan masalah yang ada??.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Martha terus belajar untuk lebih mengembangkan produk kecantikan tersebut. Kebetulan, suaminya mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Ia pun mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. Begitu lulus dari akademi kecantikan Martha segera membuka praktek salon kecantikan di negeri Paman Sam itu. Ia membuat selebaran semacam brosur sederhana, mempromosikan jasa layanan salonnya. Berbagai usaha promosi dilakukan seperti masuk ke kampus-kampus, mendatangi rumah-rumah mantan dosen untuk mendandani para istrinya. Begitu pula kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia, atau ibu-ibu yang mengikuti suaminya tugas di luar negeri.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sekembalinya ke tanah air, Ia membuka salon kecil sederhana di garasi rumah milik ayahnya,dengan ukuran 6 x 4 meter pada tahun 1970, Ia terus berupaya mengembangkan salonnya itu, dengan membagikan selebaran-selebaran ke lingkungan sekitar, memanjakan para pengunjung salon dan mengajak mereka bercakap-cakap, untuk mendekatkan emosional. Dengan kedekatan itu, para pengunjung menjadi betah dan menjadi pelanggan tetap salonnya</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Tak lama, dua tahun kemudian 1972 ia membuka salon kedua di Jalan Anggur No. 3 Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sambil memulai penggunaan merek dagang baru Sariayu Martha Tilaar, merek yang jika diartikan ??Sarinya Wong Ayu??.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Martha juga tak kenal lelah terus mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia untuk produk-produk salonnya. Tujuannya, adalah agar perempuan Indonesia tetap terpelihara kecantikan dan keayuannya. ??Saya pernah bertemu dengan perempuan yang menggendong anak sambil menenteng dua anaknya. Wajahnya terlihat tua, lusuh dan keriput. Saya pikir usianya sudah memasuki masa 40 tahun. Ternyata, belum sampai dua puluh lima. Karena beban hidup yang berat dan tidak pernah menjaga kecantikan, perempuan itu terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya??.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Menginjak tahun 1977 Martha Tilaar menjajaki kerjasama dengan Theresia Harsini Setiady, dari PT Kalbe Farma. Mereka sepakat membuat perusahaan kosmetika dan jamu, namanya PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Dilanjutkan kemudian dengan membuka pabrik kosmetik pertama di Jalan Pulo Ayang, kawasan Indsutri Pulogadung , Jakarta timur yang diresmikan oleh Ny Nelly Adam Malik saat itu istri Wakil Presiden Adam Malik.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Tahun 1983 Martha Tilaar mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Tahun 1986 Martha Tilaar membuka pabrik kedua, kali ini di Jalan Pulokambing II/1, masih di areal sama Kawasan Industri Pulogadung yang kali ini diresmikan oleh Ny. Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Bisnis Martha Tilaar terus berkembang, dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan sampai kemudian ia dan keluarganya menguasai sepenuhnya<br />
saham PT Martina Berto. Bersamaan itu dilakukanlah konsolidasi perusahaan digabungkan ke dalam Martha Tilaar Group. Anak perusahaan Martha Tilaar Group terdiri PT Martina Berto dan PT Tiara Permata Sari (sebagai pemanufaktur dan pemasar produk Sariayu Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar, Berto Martha Tilaar, Aromatic Oil Of Java Martha Tilaar, Dewi Sri Spa Martha Tilaar, Jamu Garden Martha Tilaar).</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Martha Tilaar sangat jeli dalam melihat dan menangkap peluang pasar.<br />
Pada tahun 1987, ia meluncurkan produk ??Senja di Sriwedari?? sebagai trend tata rias baru, sebuah ide yang diilhami oleh kekayaan alam dan budaya Indonesia. Dan produk itu meledak di pasaran. Para tata rias banyak merekomendasikan produk ini ke Kliennya.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sejak itulah Martha Tilaar selalu mempersuntingkan nama tempat dan unsur budaya suatu daerah, yang lalu dipadukan dengan trend busana daerah, ke setiap produk Sariayu Martha Tilaar.<br />
Sebut saja produk yang ia keluarkan pada tahun 1989 dinamakan Sumatera bergaya, Puri Prameswari (1990) mengambil dari etnik Cirebon dan Bali, Senandung Nyiur (1991) dari Pantai Indonesia, Riwayat Asmat (1992) dari Irian Jaya/Papua, Rama-Rama Toraja (1993). Dan, puncaknya adalah trend warna Pusako Minang dari Minangkabau. Sariayu berhasil tampil sebagai trendsetter tata rias wajah wanita Indonesia.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak selamanya mulus. Ia pernah mengalami jatuh-bangun atau pasang-surut usaha. Meskipun perusahaannya sudah besar dan maju, orang masih saja memandangnya sebelah mata. Maklum, produk jamu kosmetika Sariayu Martha Tilaar sangat identik sekali sebagai produk lokal. Orang tahunya demikian saja tanpa mau mengenal bahwa produk Martha Tilaar sesungguhnya sudah mendunia, berkualitas, dan bergengsi. Bahkan, Sariayu Martha Tilaar sudah menjadi sebuah ikon produk lokal yang mendunia. Sebagai misal, Sariayu Martha Tilaar memiliki produk kosmetika berkelas Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke mancanegara.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sebagai pengusaha, ternyata kepribadiannya yang tak pantang menyerah lah yang mengantarkannya hingga menjadi sukses seperti sekarang. Martha juga selalu berpikir positif dan tidak henti melakukan inovasi. Sejak remaja, Martha sudah terbiasa menjual makanan-makanan kecil untuk menambah uang jajannya. Ia juga suka mengambil Sogok Telik dan Jali-jali Putih, yang tumbuh subur di tanah milik eyangnya, untuk dirangkai menjadi kalung dan gelang. Perhiasan tersebut ia jual kepada teman-temannya di sekolah. Martha kecil juga selalu memperhatikan hal-hal kecil dan detail di sekelilingnya.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Peraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang ??Fashion and Artistry?? dari World University Tuscon, Arizona, AS tahun 1984 ini menjalani hidup dengan penuh keajaiban kuasa Tuhan. Pernah &#8216;divonis&#8217; mandul oleh ahli obstetri dan ginekologi luar negeri, setelah 11 tahun lebih menikah dan belum dikaruniai anak. Tapi hal itu tidak membuatnya menyerah. Ia terus berupaya memiliki keturunan melalui cara tradisional. Kebetulan Martha mempunyai nenek ahli pembuat jamu. Selama empat tahun lebih ia rajin mengkonsumsi jejamuan itu dengan kesabaran dan ketelatenan. Hingga pada suatu saat di usia 41 tahun, Martha berhenti menstruasi. Dokter menyatakan Martha telah memasuki masa menopouse. Ia sempat sangat sedih, karena apa yang dicita-citakannya tidak mungkin tercapai. Tapi, karena kuasa Tuhan Yang Maha Besar, absennya datang bulannya kali ini adalah karena ia mulai mengandung. Martha pun melahirkan anak pertamanya di usia 42 tahun, dan pada tahun-tahun berikutnya lahir tiga orang lagi keturunannya yang kini telah menjadi anak-anak yang sukses.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Martha Tilaar mempunyai komitmen tinggi membangun industri kosmetika. Ia investasi besar di bidang riset dan pengembangan (R&amp;D). Ia mau mengirim staf ahli farmasinya belajar ke luar negeri, atau mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Ia memiliki dua orang staf ahli farmasi bergelar doktor, sejumlah magister dan sarjana strata satu lainnya.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">R&amp;D memberi hasil lain. Martha Tilaar perlahan-lahan berhasil mengurangi ketergantungan kandungan bahan baku impor, berganti dengan bahan baku lokal di setiap produknya. Hasil lain lagi, ini yang lebih mencengangkan, pada bulan Juli 2002 Sekjen PBB Kofi Annan mengundang Martha Tilaar hadir dalam forum Global Compact, di New York, AS.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Sebagai bentuk keperduliannya terhadap perempuan, Martha mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Namun yang terutama agar mereka mempunyai keterampilan tentang kecantikan, sesuatu yang pernah banyak menolong wanita di saat krisis multidimensi melanda bangsa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan wanita maupun laki-laki di banyak perusahan lain. Bagi Martha Tilaar perempuan adalah pemersatu yang sangat besar perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tak ingin perempuan terbelakang dalam soal pendidikan.</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Profil Martha Tilaar</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Pekerjaan:<br />
Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Pendidikan:<br />
IKIP Negeri Jakarta, Jurusan?? Sejarah, tahun 1963<br />
Lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington,?? Indiana, AS</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Penghargaan:<br />
Tahun 2002, memperoleh anugerah Teknologi?? Siddhakretya 2002 atas hasil karya terapan terunggul pada Martha Tilaar Group<br />
April 2000, Menerima gelar penghargan ??Kanjeng Raden Ayu (KRay)?? dari?? Mangkoenegoro IX, Keraton Solo, Jawa Tengah, Indonesia<br />
April 2000, menerima?? penghargaan dari Herbarium National Netherlands Institution, Leiden University, dengan pemberian nama spesies anggrek yang baru ditemukan di Kalimantan dengan nama ??The Ceologyne Marthae?? atau ??Anggrek Martha Tilaar??<br />
Februari 2000,?? menerima penghargaan ??Prijadarshini Award?? dari IFWE (International Federation of Women Enterpreneurs), New Delhi<br />
April 1999, menerima penghargaan The?? Leading Women Enterpreneurs of The World, Award from the Star Group, Monaco<br />
?? Tahun 1994, menerima penghargaan ??Redmod-Indonesia Mode Development??<br />
May?? 1993, menerima Satya Lencana Pembangunan, Penghargaan untuk pembangunan Indonesia<br />
Desember 1992, menerima penghargaan Sahwali Award dari PIPLI?? (Pusat Informasi dan pengelolaan Lingkungan/ Information and Environmentaal Development Centre)<br />
Desember 1991, menerima Upakarti Award atas partisipasi?? dalam pembangunan industri skala kecil dari Presiden Republik Indonesia<br />
?? Maret 1991, menerima Penghargaan Nasional dari Departemen pendidikan dan Kebudayaan untuk Puspita Martha Beauty sebagai sekolah model<br />
Tahun 1987,?? menerima ??Asia Award for The Quality?? dari kantor Trade Leader??s Club, Madrid, Spanyol<br />
Tahun 1987, menerima American Gold Star Award for Quality, Madrid,?? Spanyol<br />
Tahun 1984, menerima gelar Doktor Kehormatan )Doctor Honoris?? Causa), untuk Fashion &amp; Artistry dari World University of Tuscon, Arizona, USA</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Organisasi:<br />
Anggota Komite Pengarah Nasional Global Environment?? Ffacility (GEF)/Small Grant Program<br />
CIDESCO International??<br />
SOROPTIMIST?? International<br />
IWAPI (Indonesia Business Women Association)??<br />
KADIN?? (Indonesia Chamber of Commerce &amp; Industry) Indonesia<br />
Women Managers?? Association<br />
TIARA KUSUMA??<br />
WASTRAPREMA??<br />
World Wild Found (WWF)??<br />
?? Yayasan KEHATI (environmental conservation)<br />
Yayasan Wanamedia Lestari??<br />
?? Rijks Universiteit and Rijks Herbarium, Leiden sejak 1995</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Karya Tulis Buku:<br />
Leadership Quotient Perempuan Pemimpin Indonesia, ditulis bersama?? Wulan Tilaar Widarto, M.Sc, penyunting Ayu Hermawan, terbit tahun 2003, penerbit Grasindo<br />
Kecantikan Perempuan Timur Pijat dan Rawat Aroma, editor Dorothea?? Rosa Herliany, tahun 1999, penerbit Indonesia Tera,<br />
Indonesia Bersolek,?? Buku Pedoman Seni Rias Indonesia II Tata Rias, Korektif, terbit tahun 1995, penerbit Grasindo<br />
Indonesia Bersolek, Buku Pedoman Seni Rias Indonesia I,?? terbit tahun 1987, penerbit Grasindo</p>
<p style="TEXT-ALIGN: justify">Lain-lain:<br />
Bulan Juli 2002 diundang Sekjen PBB Kofi Annan hadir dalam forum Global Compact, di New York, AS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/martha-tilaar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
