<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bisnis Indonesia &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://yea.co.id/category/berita/uncategorized/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yea.co.id</link>
	<description>Info Bisnis, Wirausaha dan Peluang Usaha</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2010 07:33:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Iklankan Produk Anda Secara Online</title>
		<link>http://yea.co.id/iklankan-produk-anda-secara-online.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/iklankan-produk-anda-secara-online.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 07:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1204</guid>
		<description><![CDATA[Media yang mengalami perkembangan tercepat untuk beriklan adalah internet.  Dibandingkan apabila anda beriklan di media lain maka biaya yang dikeluarkan apabila anda beriklan di internet jauh lebih murah dan tentunya jauh lebih efektif.  Di Amerika Serikat, hanya media internet dan televise yang memegang peringkat tertinggi untuk pemasangan iklan.
Pengaruh dunia periklanan di internet terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Media yang mengalami perkembangan tercepat untuk beriklan adalah internet.  Dibandingkan apabila anda beriklan di media lain maka biaya yang dikeluarkan apabila anda beriklan di internet jauh lebih murah dan tentunya jauh lebih efektif.  Di Amerika Serikat, hanya media internet dan televise yang memegang peringkat tertinggi untuk pemasangan iklan.</p>
<p>Pengaruh dunia periklanan di internet terus berkembang dan tiap tahunnya para pemasang iklan terus mengalokasikan dana yang jumlahnya cukup besar untuk internet advertising.   Dua alasan mengapa tiap tahunnya para pemasang iklan terus mengalokasikan budget untuk internet dikarenakan target yang sangat khusus dapat dijangkau oleh media ini dan pemasang iklan dapat menghitung seberapa besar respon yang mereka dapat dari iklan tersebut.  </p>
<p>Dunia internet menawarkan banyak alternative untuk beriklan dengan beragam pesan yang dapat dikirimkan melalui websites atau email</p>
<p>Website advertising</p>
<p>Dunia periklanan di internet terikat oleh jumlah pengunjung yang dating ke suatu website.  Untuk marketing sendiri, website advertising menawarkan beberapa pilihan seperti misalnya:</p>
<p>Kreativitas </p>
<p>Dunia periklanan di internet memungkinkan untuk variasi kreativitas termasuk teks, gambar, multimedia (contohnya video) dan interaktif yang berkembang ( iklan di online games)</p>
<p>Ukuran </p>
<p>Terkait dengan kreativitas di dunia internet, iklan di internet dapat diwujudkan di banyak ukuran yang berbeda-beda (dihitung dengan screen pixels).  Ukuran paling popular adalah banner ads (468 x 60 pixels), leaderboard (728 x 90 pixels) dan skycrapers (160x 600 pixels)</p>
<p>Penempatan </p>
<p>Pemasangan iklan di internet dapat ditempatkan dalam berbagai cara termasuk penempatan tetap di lokasi khusus pada sebuah website (contoh bagian atas halaman) atau bisa saja iklan tersebut muncul pada saat seseorang membuka website pertama kali.  Intinya iklan tersebut dapat ditempatkan di berbagai tempat dan berbagai cara.  Selain iklan tersebut dapat dipasang di website, pihak marketing juga dapat menawarkan ke pemasang iklan untuk menggunakan network yang dimiliki agar iklan tersebut dapat dilihat oleh berbagai pihak.<br />
Iklan melalui email</p>
<p>Menggunakan email untuk beriklan adalah cara yang mudah, berbiaya rendah dan sangat potensial untuk mencapai target yang diinginkan.  Dalam situasi dimana pihak marketing memiliki target audience khusus maka iklan melalui email dapat menjangkaunya.  Iklan lewat email dapat berupa email biasa ataupun iklan dengan isi yang lebih detail untuk menjelaskan produk ataupun layanan.  Namun risikonya iklan lewat email dapat dianggap spam dan email anda berpotensi untuk dihapus oleh server.  Hal seperti inilah yang harus diwaspadai oleh pemasang iklan maupun pihak marketing yang menawarkannya.  </p>
<p>Saat ini internet merupakan bagian tak terpisahkan dari proses globalisasi.  Dengan memasarkan produk ataupun jasa layanan yang anda jual melalui internet, anda juga telah memperluas jangkauan pemasaran anda.  Jangan ragu untuk memulainya! (claresta gianina) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/iklankan-produk-anda-secara-online.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kadin: Ritel waralaba akan terpacu ACFTA</title>
		<link>http://yea.co.id/kadin-ritel-waralaba-akan-terpacu-acfta.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/kadin-ritel-waralaba-akan-terpacu-acfta.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 07:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1197</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA (Bisnis.com): Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan gerai ritel waralaba akan berkembang lebih pesat karena melimpahnya produk impor yang merangsang minat belanja konsumen, menyusul diterapkannya perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) sejak awal tahun ini.
Wakil Ketua Komisi Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia Burang Riyadi memprediksikan pertumbuhan gerai ritel waralaba akan meningkat 50% dibandingkan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (Bisnis.com): Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan gerai ritel waralaba akan berkembang lebih pesat karena melimpahnya produk impor yang merangsang minat belanja konsumen, menyusul diterapkannya perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) sejak awal tahun ini.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia Burang Riyadi memprediksikan pertumbuhan gerai ritel waralaba akan meningkat 50% dibandingkan dengan tahun lalu, karena makin banyaknya produk murah asal China.</p>
<p>&#8220;Masyarakat syok melihat barang baru yang bagus dan murah, serta memaksakan untuk membeli,&#8221; kata Burang hari ini.</p>
<p>Ritel furnitur, pakaian, aksesori dan produk kebutuhan sehari-hari (consumer goods) diduga akan tumbuh lebih pesat. &#8220;Minat belanja itu akan memacu pertumbuhan gerai furnitur yang biasanya bertambah 10 toko setiap tahun menjadi 15 toko, karena produknya menjadi lebih laris dengan makin banyaknya variasi di dalam gerai.&#8221;</p>
<p>Burang mengatakan dengan perdagangan bebas Asean-China menyebabkan produk impor lebih mudah masuk sehingga gerai yang sebelumya 80% dipasok dari lokal mengurangi dan menggantinya dengan produk impor.</p>
<p>Kadin Indonesia mengharapkan fenomena ini tidak menyebabkan Indonesia akhirnya terjebak menjadi pasar produk impor. Oleh karena itu, lanjutnya, produk lokal juga harus inovatif dan kreatif serta berwawasan pasar global.(er)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/kadin-ritel-waralaba-akan-terpacu-acfta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Keluarga di tengah masa krisis ekonomi global</title>
		<link>http://yea.co.id/bisnis-keluarga-di-tengah-masa-krisis-ekonomi-global.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/bisnis-keluarga-di-tengah-masa-krisis-ekonomi-global.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 07:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1195</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan terakhir sejak krisis ekonomi global menghancurkan fundamental ekonomi berbagai perusahaan raksasa sekaliber General Motors dan lain-lain, membuat saya terpikir tentang apakah ada model pengendalian perusahaan yang lebih baik daripada model yang berlaku di perusahaan publik (public company). Sistem pengawasan yang sekilas tampak begitu disiplin dan rigor membuat saya heran mengapa semua ini bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan terakhir sejak krisis ekonomi global menghancurkan fundamental ekonomi berbagai perusahaan raksasa sekaliber General Motors dan lain-lain, membuat saya terpikir tentang apakah ada model pengendalian perusahaan yang lebih baik daripada model yang berlaku di perusahaan publik (public company). Sistem pengawasan yang sekilas tampak begitu disiplin dan rigor membuat saya heran mengapa semua ini bisa terjadi.<br />
Pertanyaan kritis lain muncul di benak saya adalah ketika mendengar berita dari DW (Deutsche Welle), sebuah stasiun TV dan radio terkemuka di Jerman, pada awal April 2009 lalu yang melaporkan bahwa: Family-run businesses resilient in times of crisis. Fakta yang diketengahkan dalam berita ini adalah:<br />
1.	Lebih dari 70% pegawai di Jerman bekerja untuk perusahaan keluarga.<br />
2.	Selama 5 tahun terakhir, perusahaan-perusahaan keluarga di Jerman terbukti mampu menghasilkan laba rata-rata di atas perusahan publik yang listed di DAX.<br />
3.	Sebuah studi yang dilakukan kantor konsultan Weissman &#038; Cie, menunjukkan bahwa 46% responden memilih bekerja di perusahaan keluarga dan hanya 20% responden memilih bekerja pada perusahaan publik yang listed di pasar modal.<br />
4.	Salah satu alasan penting mengapa perusahaan keluarga menjadi model pengelolaan perusahan yang lebih robust di Jerman adalah karena loyalitas pemilik dan karyawan yang sama-sama tinggi, serta tingkat transparansi dalam pengambilan keputusan yang lebih tinggi.<br />
5.	Di samping itu, perbedaan mendasar antara perusahaan publik di pasar modal dan perusahaan keluarga terletak pada orientasi atau cakrawala “waktu” mereka. Perusahaan publik bersifat mengejar laba jangka pendek (triwulanan), sementara perusahaan keluarga mengejar sustainability dalam jangka panjang untuk kepentingan antar-generasi.<br />
Selama 10 tahun terakhir ini saya memang mulai tertarik untuk mempelajari dinamika perusahaan keluarga, terutama sejak saya menyadari bahwa lebih dari 70% konglomerat terkemuka di Asia Tenggara merupakan perusahaan keluarga. Namun demikian, saya tidak pernah begitu antusias mendalami seluk-beluknya lebih lanjut, kecuali untuk masalah disain proses organisasi mereka yang cenderung unik. Keunikan organisasi perusahaan keluarga terutama menonjol dalam hal proses pengambilan keputusan strategik dan pelaksanaan operasi kegiatan perusahaan sehari-hari. </p>
<p>Keunikan organisasi perusahaan keluarga tersebut bagi saya bukanlah sesuatu yang istimewa baik. Bahkan sebaliknya, dengan framework pengetahuan manajemen yang saya miliki pola kerja dalam organisasi perusahaan keluarga di Asia Tenggara menurut saya cenderung rumit dan padat ‘misteri’ bagi para pihak, terutama bagi mereka yang belum begitu lama ikut terlibat.</p>
<p>Banyak ahli dan konsultan manajemen bisnis keluarga telah menerima framework ‘3 lingkaran’ (yaitu: keluarga, kepemilikan, dan bisnis) sebagai model penyederhanaan untuk menggambarkan esensi pengelolaan bisnis keluarga. Model sederhana tersebut menyediakan ruang yang luas bagi para analis di bidang ‘family business’ untuk mendalami lebih lanjut masing-masing aspek dan keterkaitan di antara ketiga aspek tersebut.</p>
<p>Bagi saya pribadi ada 2 (dua) persoalan perusahaan keluarga yang selalu menarik perhatian. </p>
<p>#1 : Ketegangan kepentingan dalam Pengelolaan Sumber Daya</p>
<p>Ketegangan kepentingan antara bisnis dan keluarga bersifat abadi di dalam sebuah perusahaan keluarga di mana pun. Ketegangan tersebut terutama akan terjadi di bidang penempatan dan penggunaan sumber-sumber daya bersama (shared resources) milik keluarga dan perusahan. Pengambilan keputusan mengenai alokasi penggunaan dana dan penempatan anggota keluarga dalam posisi pimpinan perusahaan adalah 2 contoh klasik untuk melukiskan ketegangan kepentingan dalam sebuah family business.</p>
<p>Menjawab tantangan di bidang ini sama sekali tidak mudah, terutama ketika tidak ada lagi tokoh dominan dalam keluarga yang dihargai oleh semua pihak dan dapat mengatakan final words. Situasi seperti ini sering terjadi ketika seorang pendiri perusahaan sudah memberikan tongkat estafet kepada generasi berikunya, sementara pada generasi berikutnya tersebut tidak ada tokoh dengan kharisma kepemimpinan setara pendiri. Di samping itu, situasi ini juga lazim terjadi dalam konteks perusahaan keluarga yang dibentuk oleh beberapa saudara, tapi tanpa ada figur pemimpin yang dominan di antara mereka.</p>
<p>Faktor budaya yang terpatri dalam keluarga adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi  pilihan jalan keluar atas masalah ini. Tapi dalam pengamatan saya selama ini, tidak ada faktor lain di luar disiplin organisasi yang mengkristal dalam bentuk tradisi proses organisasi (seringkali kita sebut: rutinitas) yang dapat memelihara kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Tradisi organisasi inilah biasanya yang membuat perusahaan mampu melewati berbagai ketegangan dalam memutuskan penggunaan berbagai sumber daya strategis yang dimiliki. Dengan kata lain, tradisi cenderung menyederhanakan proses penyelesaian masalah alokasi sumber daya yang menghadapi jalan buntu, dan tanpa tradisi yang kuat ketegangan dalam proses alokasi sumber daya akan selalu menggerus energi organisasi.</p>
<p>Sayangnya, tradisi ini pula biasanya yang mengekang dan menghambat potensi perusahaan untuk bertumbuh dan menjadi lebih besar. Keraguan dalam mengambil risiko yang seringkali dikonfirmasi oleh tradisi kuat perusahaan, membuat banyak potensi terobosan untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan menjadi terblokir di dalam organisasi sendiri.</p>
<p>#2:  Kendala memelihara dan membesarkan family business</p>
<p>Fenomena lain yang menarik dari model perusahaan keluarga adalah daya tahannya yang relatif tinggi. Sekali pun survey global menunjukkan tidak lebih dari 30% perusahaan keluarga yang dapat melampaui generasi kedua, tapi paling tidak saat ini ada sekitar 100 perusahaan keluarga di seluruh dunia yang masih mampu bertahan sampai generasi ketujuh. Sebuah prestasi ‘panjang umur’ dari sebuah keluarga, bahkan dari sebuah bisnis keluarga. Mereka ada di berbagai industri seperti perusahaan produsen ‘wine’, pabrik kertas dan pensil, parfum, dan lain sebagainya. Bahkan ada beberapa perusahaan keluarga yang mulai dengan bisnis pabrik pedang dua abad lalu, saat ini memiliki usaha real-estate. Sekali pun pilihan industri penting dalam memelihara dan menumbuhkan perusahaan keluarga, tapi ada faktor-faktor penentu lain yang lebih dominan namun masih tetap menjadi misteri.</p>
<p>Sekali pun ada perusahaan seperti Houshi Onsen yang bergerak pada bisnis penginapan dan spa di Jepang, berdiri pada tahun 718 (sekarang dipimpin oleh generasi ke 46), tidak ada jaminan bahwa perusahaan keluarga seperti ini akan bertahan selamanya. Tiga tahun lalu, Kongo Gumi (salah satu perusahaan keluarga Jepang tertua di dunia pada waktu itu) mengalami kebangkrutan pada umur 1.428 tahun. Sebuah prestasi luar biasa, tapi akibat diversifikasi berlebihan dan resesi ekonomi berkepanjangan, Kongo Gumi harus mengakhiri juga semua warisan tradisi sejarah keluarga mereka.</p>
<p>Jadi terlepas dari perannya dalam perekonomian suatu bangsa, dan daya tarik tersendiri bagi para karyawan, perusahaan keluarga memiliki tantangan yang unik, terutama dalam proses pengambilan keputusan alokasi sumber daya, dalam memelihara (maintaining &#038; sustaining) serta menumbuhkan (growing) perusahaan keluarga sehingga dapat bertahan berpuluh generasi. Kesulitan memelihara dan menumbuhkan biasanya melekat pada kekuatan tradisi perusahaan keluarga itu sendiri. Antara lain: Tingginya trust kepada para anggota keluarga, mengakibatkan sulitnya membangun trust kepada para manajer yang non-family member. Sekali pun dalam konteks budaya Asia, termasuk Indonesia, konsep extended family, sangat membantu dalam memasukkan para pegawai non-keluarga ke dalam “lingkaran keluarga” setelah tenure dan kesetiaan pengabdian mereka teruji waktu.</p>
<p>Salah satu cara “memelihara” family business yang baru-baru ini saya perhatikan, sekali pun bukan sesuatu yang sangat baru, adalah berkembangnya pemisahan antara pengelolaan “operasional” perusahaan dan pengelolaan “kekayaan kumulatif” milik keluarga. Pemisahan ini menghasilkan jenis disiplin atau tradisi baru dalam perusahaan keluarga di abad XXI, sekaligus menyediakan jalan yang lebih lebar untuk melanggengkan legacy keluarga yang berbisnis, terutama bagi generasi-generasi penerus.</p>
<p>Terobosan-terobosan baru dalam rangka mendorong pertumbuhan perusahaan keluarga makin banyak bermunculan. Karena itu, selamat para keluarga selamat bertumbuh dan selamat menumbuhkan usahanya. Semoga ekonomi kita makin makmur dan bangsa kita makin sejahtera.</p>
<p>Alberto D. Hanani (Managing Partner BEDA &#038; Company)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/bisnis-keluarga-di-tengah-masa-krisis-ekonomi-global.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mos berencana buka 200 gerai di China</title>
		<link>http://yea.co.id/mos-berencana-buka-200-gerai-di-china.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/mos-berencana-buka-200-gerai-di-china.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 08:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1170</guid>
		<description><![CDATA[TOKYO (Bloomberg): Mos Food Services Inc, produsen hamburger terbesar kedua di Jepang, berpeluang membuka 200 gerai di China dalam 5 tahun ke depan. Pertimbangan Mos membuka 200 gerai di negara itu adalah burger nasi buatannya kemungkinan lebih cocok dengan selera lokal dibandingkan menu yang ditawarkan McDonald Corp.
“Kami menawarkan burger nasi kami sebagai menu utama karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TOKYO (Bloomberg): Mos Food Services Inc, produsen hamburger terbesar kedua di Jepang, berpeluang membuka 200 gerai di China dalam 5 tahun ke depan. Pertimbangan Mos membuka 200 gerai di negara itu adalah burger nasi buatannya kemungkinan lebih cocok dengan selera lokal dibandingkan menu yang ditawarkan McDonald Corp.</p>
<p>“Kami menawarkan burger nasi kami sebagai menu utama karena menu ini cukup popular di antara warga China. Sangat mungkin membuka sekitar 200 gerai di China bagian Timur,” kata Presiden Mos Atsushi Sakurada dalam satu wawacara di Tokyo pada 12 Maret merujuk kepada kesuksesan mereka saat membuka gerai di Taiwan.</p>
<p>Mos Food, dengan menu andalan burger yang lebih memilih bahan dasar roti berbahan beras bakar daripada roti manis, menyesuaikan menu mereka dengan selera lokal, misalnya gerainya di Taiwan yang menjual burger dengan daging babi dan jahe serta burger seafood. Restoran burger yang berbasis di Tokyo ini berusaha untuk membangun pasar baru guna memacu meningkatkan penjualannya yang diprediksi akan mengalami penurunan 2 tahun berturut-turut di tengah nilai upah yang stagnan dan populasi yang menurun.</p>
<p>Mos Food menargetkan akan meningkatkan jumlah gerai Mos di seluruh dunia menjadi 1.000 gerai dalam 10 tahun ke depan dari saat ini yang 210 unit, lanjut Sakurada. Mos berencana untuk membuka gerai di Korea Selatan dan Malaysia pada 1 April tahun ini dan berpotensi membuka gerai di Eropa, Amerika Utara dan Australia.</p>
<p>Mos kembali memasuki China setelah mitra Mos sebelumnya di China mengalami kebangkrutan dan memaksa Mos keluar dari China pada 1997. Mos membuka gerai baru di kota Xiamen melalui kongsi bulan lalu. Mos Food juga membuka gerai pertama di Hong Kong pada Oktober 2006.</p>
<p>Sakurada memperkirakan gerainya di China akan menghasilkan penjualan tahunan senilai 50 juta yen (US$550.000), atau sekitar 70% dari rata-rata penjualan di Jepang.</p>
<p>Angka penjualan di gerai yang telah buka sedikitnya satu tahun di Jepang turun 1,1% pada 11 bulan pertama tahun fiskal ini. Mos Food memiliki 1.340 gerai di Jepang dengan berbagai menu a.l. burger nasi dengan tempura dan daging sapi barbekyu.</p>
<p>Saham Mos Food, yang mengekor jejak McDonald’s Holding Co di pasar domestik, naik 0,3% menjadi 1.563 yen pada pukul 11 a.m di bursa Tokyo Stock Exhange.(t02/er)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/mos-berencana-buka-200-gerai-di-china.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koperasi sudah waktunya masuk bursa saham</title>
		<link>http://yea.co.id/koperasi-sudah-waktunya-masuk-bursa-saham.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/koperasi-sudah-waktunya-masuk-bursa-saham.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 07:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[SURABAYA (Bisnis.com): Lembaga perkoperasian didorong menjual saham melalui lantai bursa, mengingat sejumlah koperasi di Pulau Jawa dinilai memiliki persyaratan untuk go public seiring besarnya aset yang dimiliki.
Menteri Negara Koperasi &#038; UKM Syarif Hasan meyakini koperasi memiliki kemampuan untuk listing di bursa efek dan upaya tersebut sudah waktunya dilakukan, agar sejajar dengan pelaku ekonomi yang lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA (Bisnis.com): Lembaga perkoperasian didorong menjual saham melalui lantai bursa, mengingat sejumlah koperasi di Pulau Jawa dinilai memiliki persyaratan untuk go public seiring besarnya aset yang dimiliki.</p>
<p>Menteri Negara Koperasi &#038; UKM Syarif Hasan meyakini koperasi memiliki kemampuan untuk listing di bursa efek dan upaya tersebut sudah waktunya dilakukan, agar sejajar dengan pelaku ekonomi yang lain (swasta dan BUMN).</p>
<p>Menurut dia, dengan terwujudnya koperasi menjual saham di lantai bursa, maka keberadaan lembaga perkoperasian –sebagai salah satu pelaku ekonomi—lebih diperhitungkan.  “Kami menginginkan dan mendorong adanya koperasi yang melakukan transaksi di bursa efek, karena potensi lembaga perkoperasian di sejumlah daerah sudah kelihatan,” ujarnya dalam seminar Pemberdayaan Koperasi dalam Rangka Memperkuat Ekonomi Kerakyatan,” akhir pekan lalu.</p>
<p>Syarif menyontohkan Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) memiliki aset Rp500 juta dan Koperasi Simpan Pinjam dan Jasa (Kospin Jawa) di Jawa Tengah memiliki total aset Rp1,5 triliun. Koperasi tersebut juga mampu membukukan laba/sisa hasil usaha (SHU) cukup besar di setiap tahunnya.</p>
<p>Secara financial, lanjut dia, sejumlah koperasi memenuhi persyaratan untuk listing di bursa efek.<br />
Kebijakan pemerintah yang kini menerapkan prinsip ekonomi kerakyatan dinilai memberikan peluang bagi koperasi untuk mengembangkan diri serta meningkatkan skala bisnis dengan orientasi kesejahteraan anggota.</p>
<p>Dengan semakin besarnya peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian nasional, maka lembaga perkoperasian diharapkan turut menurunkan angka kemiskinan menjadi hanya 10% pada 2014 mendatang. Sementara tingkat pengangguran diharapkan dapat ditekan menjadi 7%.</p>
<p>Syarif Hasan menengarai terdapatnya tantangan bagi koperasi dan usaha mikro kecil menengah terkait berlangsungnya Asean China Free Trade Agreement (ACFTA), terutama masuknya produk murah dari China.</p>
<p>Namun koperasi dan UMKM bisa mengupayakan untuk mempertahankan potensi pasar domestik agar tidak tergerus masuknya produk berharga murah. Selain itu, KUMKM juga berpeluang mendongkrak pemasaran produk ke China melalui penciptaan produk yang tidak diproduksi di negara itu. (mrp) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/koperasi-sudah-waktunya-masuk-bursa-saham.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Menyetir Ekonomi Dunia</title>
		<link>http://yea.co.id/wanita-menyetir-ekonomi-dunia.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/wanita-menyetir-ekonomi-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 07:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Endy Subiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pasar, potensi ekonomi wanita melampaui peluang di China dan India. Sayangnya—isyu gender dan stereotif prioritasnya kepada keluarga—sering menjebak  perusahaan untuk memberikan pelayanan yang jelek kepada mereka. 
Michael J. Silverstein dan Kate Sayre mengungkapkan hal itu dalam survey terbaru The Boston Consulting Group  (Harvard Busines Review, September 2009). Hasilnya, dituangkan dalam buku Woman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai pasar, potensi ekonomi wanita melampaui peluang di China dan India. Sayangnya—isyu gender dan stereotif prioritasnya kepada keluarga—sering menjebak  perusahaan untuk memberikan pelayanan yang jelek kepada mereka. </p>
<p>Michael J. Silverstein dan Kate Sayre mengungkapkan hal itu dalam survey terbaru The Boston Consulting Group  (Harvard Busines Review, September 2009). Hasilnya, dituangkan dalam buku Woman Want More. Buku sebelumnya menyangkut pasar Ibu-ibu ditulis Maria Bailey, Marketing to Moms.</p>
<p>Secara global, mereka mengontrol US$20 triliun (2009) belanja konsumer per tahun. Angka tersebut bakal meroket menjadi US$28 triliun dalam lima tahun ke depan. Pendapatan setahun mereka menembus US$13 triliun (2009) dan akan naik lagi menjadi US$18 triliun dalam waktu lima tahun ke depan.</p>
<p> Angka ini melampui gabungan PDB dua raksasa ekonomi yaitu China US$4,4 triliun dan India US$6,6 triliun. Dengan potensi yang begitu dahsyat, kenapa produsen masih memperlakukan mereka dengan jelek?  Faktor gender bisa saja?dominasi dunia laki-laki. Yang lain, pemahaman cara pemasaran yang lemah terhadap kaum hawa ini. </p>
<p>Studi komprehensip dari BCG menyimpulkan beberapa hal penting. Wanita merasa tidak dilayani dengan baik (underserver).Kendati memiliki kekuatan pasar dan posisi social yang kuat, mereka tetap merasa kurang dihargai di pasar, dan sering direndahkan di dunia kerja. </p>
<p>Mobil, misalnya, tidak ada yang khusus didesain untuk kaum ibu-ibu yang biasanya multitasker termasuk harus mengurus anak-anaknya.  Di Indonesia, motor otomatik Yamaha Mio yang semula didesain untuk kaum wanita, akhirnya lebih banyak dikendarai kaum pria. </p>
<p>Karena itu, setiap perusahaan harus bijak dalam menyasar target kaum hawa. Ada enam sector potensial yang paling banyak dibelajankan wanita. Sektor bisnis tersebut adalah makanan, fitness, kecantikan, apparel (termasuk sepatu dan aksesoris), jasa keuangan (finansial services) dan layanan kesehatan (health care). Produk diet food secara global sudah mencapai US$20 miliar.Produk apparel menembus US$47 miliar di seluruh dunia dan terus tumbuh.</p>
<p>Pasar Ibu di Indonesia<br />
Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia. Pasar ibu, sebagai target market berbagai produk keluarga terus tumbuh. Sejumlah brand sejak lama membidik pasar keluarga, terutama pasar ibu. Kijang dengan tagline Mobil Keluarga Indonesia, Pepsoden, Pasta Gigi Keluarga, dan Telkomsel, Halo Keluarga. Brand yang lain adalah Lifebuoy, Dancow, The botol Sosro, Kecap Bango, Oreo, dan Rinso. </p>
<p>Berbagai iklan yang ditayangkan pun, menurut riset Markplus, mengusung tema keluarga dan nilai ibu-ibu Indonesia. Markplus, menilai para pemasar perlu memahami nilai-nilai Ibu agar mampu merebut hati mereka. Nilai-nilai tersebut seperti mengutamakan kesehatan dan keamanan keluarga, peduli pada pengembangan anak (child enrichment), menghargai waktu karena peran multitasker, dan pembeli yang teliti. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/wanita-menyetir-ekonomi-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INNOVATIVE ENTREPRENEURS’ SKILL, Apa itu?</title>
		<link>http://yea.co.id/innovative-entrepreneurs%e2%80%99-skill-apa-itu.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/innovative-entrepreneurs%e2%80%99-skill-apa-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 05:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Endy Subiantoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Pengusaha yang inovatif (Innovative Entrepreneurs) ternyata memiliki kecerdasan kreatif –tipe kecerdasan yang berbeda dari teori kecerdasan  yang ditemukan Howard Gardner. Sang innovator dalam bekerja melibatkan kedua bagian otaknya (kiri dan kanan) selagi mereka meleverage kelima skill untuk menciptakan ide.
Kelima skill (keahlian) ini ditemukan Jeffrey H.Dyer (jdyer@byu,edu), Hal B.Gregersen (gregersen@insead.edu), &#038; Clayton M.Christensen (cchristensen@hbs.edu) Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengusaha yang inovatif (Innovative Entrepreneurs) ternyata memiliki kecerdasan kreatif –tipe kecerdasan yang berbeda dari teori kecerdasan  yang ditemukan Howard Gardner. Sang innovator dalam bekerja melibatkan kedua bagian otaknya (kiri dan kanan) selagi mereka meleverage kelima skill untuk menciptakan ide.<br />
Kelima skill (keahlian) ini ditemukan Jeffrey H.Dyer (jdyer@byu,edu), Hal B.Gregersen (gregersen@insead.edu), &#038; Clayton M.Christensen (cchristensen@hbs.edu) Dalam publikasinya di Harvard Business Review, Desember 2009, berjudul The innovator’s DNA , kelima skill tersebut merupakan hasil studi dari 25 innovative entrepreneurs dan survey terhadap lebih dari 3.000 eksekutif dan 500 individu yang menjalankan perusahaan yang inovatif atau penemu produk baru.<br />
Mari kita lihat kelima keahlian inovatif tersebut satu demi satu.<br />
1. QUESTIONING<br />
Lima puluh tahun yang lalu, Peter Drucker telah mengajarkan dahsyatnya pertanyaan yang provokatif. “The Important &#038; difficult job is never to find the right asweres, it is to find the right questions,”  kata Drucker.  Faktanya, kebanyakan  pengusaha yang inovatif sangat ingat secara spesifik pertanyaan yang timbul saat mereka memulai bisnis.<br />
Michael Dell, pendiri Dell, misalnya mempertanyakan, “Mengapa komputer (PC) lebih mahal lima kali dari komponen-komponennya?” Dari pertanyaan tadi Dell kemudian menemukan jalur distribusi yang inovatif dan menjadi studi kasus di sekolah-sekolah bisnis di seluruh Indonesia termasuk Indonesia.Wahyu Saidi, Doktor yang pendiri Bakmi Tibet mengaku penasaran kenapa warung bakmi tidak bisa menyebar ke seluruh Indonesia.<br />
Dalam konteks ini, pertanyaan yang efektif adalah (1) Ask Why, why not, and What if? (2) Imagine Opposites. (3) Embrace constraints.<br />
2.OBSERVING<br />
Prilaku mengamati (observasi) secara detail, khususnya prilaku pelanggan potensial,  mendorong pengusaha menemukan ide bisnis yang brilian. Dalam mengobservasi, mereka berlaku seperti antropolog dan ahli ilmu sosial.<br />
Hariono, pemilik usaha Bersih Sehat dan restoran Jepang, selalu meminta stafnya untuk mencermati prilaku pelanggan di restoran orang lain. “Kalau perlu saya biaya mereka untuk makan di restoran Jepang pesaing, untuk mencermati prilaku pelayan di restoran maupun pelanggan mereka.”<br />
3.EXPERIMENTING<br />
Seperti halnya ilmuwan, innovative entrepreneurs secara aktif mencoba ide baru dengan menciptakan prototype dan meluncurkan produk-produk atau layanan baru. Dunia ini adalah laboratorium mereka. Steve Job, pemilik Apple, membongkar komponen Walkman Sony saat mendesain Ipod. Howard Shultz sering mendatangi warung kopi Italia sebelum mendirikan Starbuck.  Jeff Bezos (Amazoncom) mendorong karyawannya untuk berani melakukan eksperimen.<br />
Pola serupa berjalan di Google. Larry Page (pendiri Google) mengatakan,“I ‘m so glad you made this mistake. If we don’t have any of these mistakes, we’re just not taking enough risk.” Hal ini sejalan dengan filosofi Google yaitu “Ubiquity first, revenue later..” (ada dimana-mana dulu, baru pendapatan..)<br />
Google, perusahaan yang dibangun dengan visi yang jelas dan sangat jauh ke depan. Menurut CEO-nya Eric Schmidt, “to Organize the world’s information and make it universally accessible and useful..”  Dan perlu 300 tahun untuk mencapai misi itu.<br />
4. NETWORKING<br />
Tidak seperti kebanyakan eksekutif—yang membangun jaringan untuk mendapat akses sumber daya untuk dirinya sendiri maupun perusahaannya, atau peningkatan karirnya?innovative entrepreneurs membangun networking untuk bertemu orang dari berbagai kalangan guna meningkatkan domain pengetahuannya.<br />
Michael Lazaridis, pendiri Research In Motion (RIM), menemukan ide awal Blackberry pada konferensi TED (Technology, Entertainment, and Design ,Davos. Konferensi semacam ini adalah ajang dari kalangan selebritis, ilmuwan, politisi, dan petualang dari berbagai belahan dunia untuk bertukar ide dan berbagai pengalaman bernilai.<br />
Di Indonesia, ajang-ajang lomba ide kreatif kini semakin menjamur sejalan meningkatnya pamor Industri kreatif.<br />
5. ASSOCIATING:<br />
Asosiasi berarti mampu menghubungkan pertanyaan yang tidak terkait, problem, atau ide dari berbagai bidang. Asosiasi adalah SENTRAL dari INNOVATOR’S DNA. Steve Job bilang, ““Creativity is connecting things.”<br />
Semakin beragam pengalaman dan pengetahuan kita , maka semakin beragam koneksi yang bisa dilakukan otak kita. Input segar akan memicu asosiasi baru, dari sini, muncul ide brilian.<br />
Mari kita cermati kelima skill inovatif di atas. Apakah kita belum, atau sudah memiliki kelima skill tersebut. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/innovative-entrepreneurs%e2%80%99-skill-apa-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasarkan Buku secara online</title>
		<link>http://yea.co.id/memasarkan-buku-secara-online.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/memasarkan-buku-secara-online.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 04:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/memasarkan-buku-secara-online.html</guid>
		<description><![CDATA[Anda hobi menulis dan saat ini tengah mengerjakan sebuah buku, jangan takut anda tak bisa memasarkannya.  Cobalah untuk memasarkan buku anda secara online, hal ini akan menolong anda untuk memperluas target market untuk buku anda tentu saja dengan biaya murah.  Internet saat ini memang menjadi bagian tak terelakan dari dunia marketing, tanpa internet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda hobi menulis dan saat ini tengah mengerjakan sebuah buku, jangan takut anda tak bisa memasarkannya.  Cobalah untuk memasarkan buku anda secara online, hal ini akan menolong anda untuk memperluas target market untuk buku anda tentu saja dengan biaya murah.  Internet saat ini memang menjadi bagian tak terelakan dari dunia marketing, tanpa internet mustahil untuk memasarkan produk secara luas dengan efisien.</p>
<p>Anda bisa memulai tips-tips dibawah ini untuk memasarkan buku anda secara online namun tentu saja tips-tips berikut tak hanya berlaku untuk buku saja, apapun produk anda, anda dapat memasarkannya di dunia maya</p>
<p>Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah dengan membiarkan orang untuk memberikan komentar atas buku anda, semakin banyak komentar atau tanggapan yang masuk akan membuat buku anda semakin popular.  Biasakanlah untuk membalas tanggapan tersebut sesegera mungkin walaupun ada komentar-komentar yang bernada miring.  Tambahkan terus halaman-halaman lain di website buku anda dan tak hanya halaman muka dan alamat anda, ini akan memudahkan mesin pencari google untuk menemukan website anda.</p>
<p>Agar website anda selalu berisi informasi baru, tulislah satu atau dua topik setiap minggunya yang berhubungan dengan buku anda.  Misalnya saja buku anda mengenai memasak ala chef, anda bisa menulis tentang tips memasak steak ala resto bintang lima.  Hal seperti ini akan menarik minat pengunjung dan pada akhirnya diharapkan akan meningkatkan penjualan buku anda.</p>
<p>Anda tak perlu mengupas habis seluruh isi buku anda namun tak ada salahnya anda memberikan info-info menarik yang dibutuhkan banyak orang dan nantinya akan mengacu pada peningkatan penjualan buku. Anda dapat memuat 5 sampai 10 halaman buku anda di website dalam bentuk pdf yang nantinya akan dapat didownload oleh pengunjung.  Hal ini berfungsi sebagai teaser untuk menarik minat calon pembeli buku.</p>
<p>Buatlah sebuah komunitas, misalnya saja apabila buku anda mengenai masakan anda dapat membentuk sebuah komunitas pencinta steak atau komunitas masakan khas Indonesia.  Kumpulkan database dari pengunjung yang meninggalkan tanggapan atau komentar dan untuk itu anda dapat membuat mailing list dengan memberikan tips-tips menarik seputar topik yang anda kuasai  Hal ini akan sangat berguna apabila anda akan mengadakan bedah buku.</p>
<p>Ajak pengunjung tetap untuk berbagi kisahnya di website anda, hal ini akan menciptakan interaksi yang cukup besar antara pengunjung dan anda.  Diharapkan apabila interaksi ini berjalan dengan baik maka akan meningkatkan traffic website anda dan buku anda laris terjual. Anda juga bisa memberikan hadiah tiap bulannya bagi pengunjung yang telah menjadi member anda, ini akan menciptakan sebuah words of mouth marketing (WOMM) untuk website anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/memasarkan-buku-secara-online.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencanakan Keuangan Bisnis Anda</title>
		<link>http://yea.co.id/rencanakan-keuangan-bisnis-anda.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/rencanakan-keuangan-bisnis-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 02:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang wirausaha anda harus berhati-hati dalam mengelola keuangan anda.  Berbeda dengan karyawan yang menerima gaji setiap bulannya, sebagai wirausaha anda yang memegang kendali sepenuhnya atas keuangan anda baik secara pribadi maupun untuk bisnis anda.
Buatlah budget dasar
Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu awal untuk merencanakan masa depan anda.  apabila anda tipe orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang wirausaha anda harus berhati-hati dalam mengelola keuangan anda.  Berbeda dengan karyawan yang menerima gaji setiap bulannya, sebagai wirausaha anda yang memegang kendali sepenuhnya atas keuangan anda baik secara pribadi maupun untuk bisnis anda.<br />
Buatlah budget dasar<br />
Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu awal untuk merencanakan masa depan anda.  apabila anda tipe orang yang menghabiskan segala sesuatunya untuk pengeluaran dan kewajiban pembayaran hutang anda serta menghabiskan sisa pendapatan anda maka agaknya rencana menabung untuk masa depan hanya tinggal impian.<br />
Berita baiknya apabila anda mulai mencermati akan perencanaan keuangan anda maka anda akan mampu mempersiapkan masa depan yang lebih baik.  Membuat sebuah anggaran dasar akan membantu anda untuk mencermati setiap pendapatan yang masuk dan pengeluaran.  Apabila anda sudah mulai melangkah pada tahap awal pembuatan budget maka anda akan mampu untuk mengidentifikasi rencana alokasi sebagian pendapatan anda.<br />
Sebagai seorang wirausaha, tentunya anda sangat bergantung pada kelangsungan bisnis anda, dan pada umumnya anda tak memiliki jaminan apapun untuk kesehatan keluarga, pribadi, pendidikan anak ataupun dana pensiun.<br />
Membuat sebuah anggaran tidak membutuhkan banyak waktu namun manfaat yang anda dapatkan sangatlah banyak.  Dengan memiliki budget maka anda akan dapat melihat seberapa besar pengeluaran anda dan disinilah peran anda untuk melakukan kontrol keuangan.  Rencanakan budget anda dan mematuhinya merupakan kunci sukses untuk menciptakan keuangan yang sehat.<br />
Berikut adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan:<br />
1.  buat perhitungan cermat mengenai pengeluaran anda selama sebulan, disini anda harus memisahkan antara pengeluaran pribadi dan bisnis anda<br />
2.  Hitung seluruh penghasilan anda, disini untuk pembiayaan keuangan pribadi anda dan keluarga anda dapat menggaji diri anda sendiri dan dari gaji itu anda dapat membiayai pengeluaran pribadi<br />
3.  Tulis dengan cermat selisih diantara keduanya<br />
Beberapa saran untuk membuat rencana keuangan yang baik<br />
1.	hitung ulang seluruh hutang anda dan pisahkan antara hutang untuk konsumsi pribadi dan bisnis.  Apabila jumlah hutang anda diatas 30% dari total penghasilan, hal ini mengindikasikan bahwa keuangan anda tidak sehat<br />
2.	catat seluruh penghasilan yang anda terima dan pengeluaran anda selama beberapa bulan dan cermati hasilnya.  Disini anda dapat melihat pengeluaran apa saja yang memang menjadi kewajiban seperti transportasi, belanja bulanan, makan dll dan yang sifatnya hanya terjadi sewaktu-waktu.<br />
3.	Targetkan seberapa besar pengeluaran dan jangan melebihinya<br />
4.	Mulailah untuk memisahkan sejumlah uang untuk ditabung, dalam hal ini anda juga harus memisahkan antara tabungan pribadi tentunya untuk tujuan pribadi dan profit bisnis<br />
5.	Anda harus menetapkan tujuan keuangan anda baik untuk pribadi maupun untuk bisnis misalnya saja anda berencana untuk menikmati liburan di Bahama 3 tahun lalu dan untuk bisnis , anda berencana untuk membuka 10 outlet tambahan dalam jangka waktu 3 tahun<br />
6.	Pisahkan antara tabungan pribadi dan tabungan bisnis, buatlah rekening bank berbeda.  Bahka anda dapat membuat beberapa rekening bank untuk beberapa tujuan misalnya rekening A untuk rencana liburan, rekening B untuk profit bisnis, rekening C untuk dana pendidikan anaka, rekening D untuk dana pensiun dll<br />
7.	Jangan lupakan investasi untuk dana pensiun anda.  Buatlah perencanaan kapan anda ingin pensiun dan hitung berapa biaya hidup nantinya serta seberapa besar yang harus anda sisihkan untuk dana pensiun.<br />
8.	Bijaklah terhadap hutang dan pengeluaran tak perlu.  Apabila anda berhutang untuk menambah modal maka anda harus menghitung risiko serta keuntungan yang anda terima apabila anda meminjam uang untuk modal<br />
9.	Disiplin terhadap apa yang anda targetkan dan tertulis di perencanaan keuangan anda<br />
Selamat mengelola keuangan anda! (claresta gianina) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/rencanakan-keuangan-bisnis-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencicipi Harumnya Bisnis Coffee Shop</title>
		<link>http://yea.co.id/mencicipi-harumnya-bisnis-coffee-shop.html</link>
		<comments>http://yea.co.id/mencicipi-harumnya-bisnis-coffee-shop.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 07:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Claresta Gianina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yea.co.id/?p=1132</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis coffee shop atau kedai kopi saat ini menjanjikan bisnis yang menggiurkan.  Bisnis kedai kopi merupakan salah satu bisnis paling popular.  Mengelola sebuah kedai kopi anda tak hanya bisa menjual kopi sebagai minuman ringan namun jenis jenis snack lainnya sampai makanan yang cukup mengenyangkan.  Pelanggan yang datang ke kedai kopi anda tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisnis coffee shop atau kedai kopi saat ini menjanjikan bisnis yang menggiurkan.  Bisnis kedai kopi merupakan salah satu bisnis paling popular.  Mengelola sebuah kedai kopi anda tak hanya bisa menjual kopi sebagai minuman ringan namun jenis jenis snack lainnya sampai makanan yang cukup mengenyangkan.  Pelanggan yang datang ke kedai kopi anda tak hanya ingin ditemani dengan secangkir kopi panas buatan anda namun juga aneka pastry yang bisa menjadi pilihan.<br />
Jika anda menyukai kopi atau apabila tidakpun anda dapat menemukan bisnis kopi yang sesuai dengan gaya hidup anda. Berikut adalah beberapa petunjuk membuka kedai kopi , business plan yang dibutuhkan serta tips memaksimalkan keuntungan.  Jadillah pengusaha yang kreatif, jika anda menginginkan pelanggan, anda harus berjuang mendapatkannya. </p>
<p>Mulailah dengan checklist ini untuk membuka sebuah kedai kopi<br />
1.	Uruslah seluruh perizinan yang dibutuhkan untuk membuka kedai kopi jangan sampai ada yang terlewat dan nantinya bisa menimbulkan masalah.<br />
2.	Apabila anda berniat menyewa tempat untuk membuka kedai kopi anda maka anda harus memikirkan biaya sewa yang harus dikeluarkan serta lokasi dari tempat tersebut.<br />
3.	Siapkan business plan dengan seksama anda dapat mengunduhnya secara online dan gratis<br />
4.	Buka account baru di bank khusus untuk pengelolaan keuangan usaha bisnis cofee shop anda dan jangan mencampurkannya dengan keuangan pribadi anda.  Bahkan anda bisa mendapatkan pinjaman modal dari bank tersebut.<br />
5.	Apabila bisnis anda ingin berbadan hukum maka anda harus segera mengurusnya<br />
6.	Segeralah buat kartu nama anda untuk keperluan bisnis.  Hal ini merupakan cara termurah untuk mempromosikan bisnis anda.<br />
7.	Terakhir buatlah website untuk keperluan bisnis.  Membuat website tak perlu mahal anda dapat memanfaatkan fasilitas template gratis secara online<br />
Anda harus yakin bahwa memulai sebuah bisnis tak hanya dengan modal uang saja namun dengan informasi yang cukup, business plan matang serta dedikasi penuh dari diri anda sendiri.  Selamat berbisnis coffee shop</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yea.co.id/mencicipi-harumnya-bisnis-coffee-shop.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
